188 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Rencana penertiban Pertamini di Kota Samarinda memunculkan berbagai reaksi di tengah masyarakat. Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, menegaskan pentingnya pemerintah kota tidak gegabah dalam mengambil keputusan.

Ia meminta kebijakan tersebut didasari kajian mendalam dan mempertimbangkan kebutuhan warga terhadap akses bahan bakar minyak (BBM).

“Jangan sampai penertiban ini justru menyulitkan masyarakat. Memang ada risiko seperti potensi kebakaran, tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa Pertamini selama ini menjadi alternatif penting, apalagi jumlah SPBU di Samarinda masih terbatas,” jelas Ahmad, Kamis (20/2/2025).

Ahmad menilai pemerintah harus mengedepankan pendekatan dialog sebelum mengambil langkah tegas. Melibatkan masyarakat dan pemilik Pertamini dinilai penting agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan keresahan. Ia juga mempertanyakan alternatif yang disiapkan apabila Pertamini benar-benar ditertibkan.

“Jika Pertamini dihapuskan, apa ada pengganti yang memadai? Jangan sampai akses BBM masyarakat terganggu. Ini harus jadi perhatian utama,” ujarnya.

Selain itu, DPRD Kota Samarinda siap mendukung kebijakan yang mengutamakan kepentingan umum, asalkan keputusan tersebut lahir dari proses evaluasi komprehensif dan melibatkan seluruh pihak terkait. Ahmad menegaskan, kebijakan yang baik adalah kebijakan yang tidak merugikan salah satu pihak, melainkan memberikan solusi berimbang bagi semua.

“Kami berharap pemerintah kota dan masyarakat dapat duduk bersama untuk merumuskan jalan tengah yang adil. Tujuan utamanya adalah memastikan masyarakat tetap mudah mendapatkan BBM tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *