222 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Agenda Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Timur pada Sabtu (19/7/2025) berlangsung tak hanya sebagai forum internal, tetapi juga menjadi simbol kuatnya dukungan terhadap kepemimpinan Rudy Mas’ud di tubuh DPD Golkar Kaltim.

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan sanjungan terbuka terhadap kinerja Rudy selama memimpin.

Bahkan, ia menyebut posisi Rudy dalam Musda kali ini tak tergantikan, ia kembali mencalonkan diri sebagai ketua tanpa adanya kandidat tandingan.

“Prestasi beliau sudah bicara sendiri. Saat ini, belum ada yang cukup solid untuk menjadi penantang,” ujar Bahlil.

Lebih dari sekadar memuji, Bahlil juga menggarisbawahi bahwa Musda adalah momentum strategis bagi kader Golkar di daerah untuk melakukan tiga hal utama: menilai ulang perjalanan kepengurusan sebelumnya, merumuskan langkah programatik ke depan, dan memilih pucuk pimpinan organisasi.

Ia menekankan pentingnya mempercepat langkah konsolidasi organisasi pasca-Musda. Mulai dari struktur di tingkat provinsi, hingga penguatan basis partai di akar rumput seperti kabupaten, kecamatan, bahkan desa, menurutnya harus segera dituntaskan.

“Kalau akar kita kuat, pohon Golkar akan berdiri kokoh. Konsolidasi organisasi bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Bahlil.

Selain konsolidasi struktur, ia juga mengingatkan soal pentingnya inovasi dalam regenerasi.

Menghadapi peta demografi Pemilu 2029 yang didominasi pemilih usia 18–50 tahun, Golkar Kaltim diminta segera menyesuaikan pendekatan komunikasi politik yang lebih relevan dengan generasi muda.

“Era sekarang berbeda. Generasi muda tidak bisa dijangkau dengan cara lama. Harus masuk lewat bahasa dan media yang mereka pahami,” tutur Bahlil, sembari mengingatkan agar digitalisasi dan pendekatan berbasis teknologi menjadi arus utama strategi partai.

Tak berhenti di ranah internal, ia juga menyoroti kondisi global yang kian tak menentu.

Ketegangan geopolitik dan dinamika ekonomi internasional dinilai berpotensi memberi efek domino pada politik dalam negeri.

Oleh karena itu, partai politik, termasuk Golkar, dituntut tidak hanya menjadi peserta pemilu, tapi juga aktor yang mampu membaca arah zaman.

“Tantangan politik masa depan tidak sesederhana menang-kalah. Ini soal kesiapan menghadapi realitas dunia. Golkar Kaltim punya segala potensi untuk jadi pemain kunci di tingkat nasional,” tandasnya. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *