285 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025), Wali Kota Samarinda Andi Harun dan Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri memulai masa kepemimpinan mereka. Momen ini disambut positif oleh DPRD Kota Samarinda yang menyoroti pentingnya penyelarasan program pemerintah dengan kebutuhan warga.

Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Samri Shaputra, menekankan bahwa komunikasi yang solid antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat harus menjadi prioritas utama.

Menurutnya, tanpa sinkronisasi yang baik, program pembangunan dikhawatirkan tidak akan tepat sasaran.

“Pelantikan ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan suasana baru dalam kepemimpinan. Kami berharap visi dan misi pemerintah kota sejalan dengan aspirasi rakyat agar kebijakan yang dilahirkan mendapat dukungan penuh,” ujar Samri, Kamis (20/2/2025).

Ia menyoroti pentingnya pelibatan masyarakat dalam perumusan program pemerintah. Samri mengingatkan bahwa kebijakan yang hanya berlandaskan pandangan internal tanpa mendengar suara publik berpotensi memunculkan kesenjangan harapan.

“Jangan sampai pemerintah berjalan sendiri sementara masyarakat berharap ke arah yang berbeda. Keterhubungan antara keinginan warga dan kebijakan sangat penting untuk menciptakan pembangunan yang relevan,” tegasnya.

Samri juga menyinggung keluhan warga terkait sejumlah proyek infrastruktur yang dinilai kurang sesuai kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kritik dari masyarakat adalah cerminan perlunya komunikasi dua arah yang lebih baik.

“Harapan kami, setiap proyek pembangunan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kalau pemerintah membangun sesuatu, sebaiknya masyarakat langsung merasa manfaatnya, bukan malah bertanya-tanya soal urgensinya,” lanjut Samri.

Ia menegaskan, sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat akan menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dan berdampak nyata bagi warga Samarinda.

“Kami ingin membangun kota ini dengan semangat kebersamaan. Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan rakyat, bukan sekadar proyek pembangunan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *