Screenshot
226 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Dalam upaya memperkuat koordinasi strategis menjaga stabilitas sosial di Kalimantan Timur, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Kaltim melakukan audiensi bersama Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, Jumat (25/7/2025).

Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat lantai 2 Kantor Gubernur dan menjadi momentum penting mempererat sinergi antarelemen masyarakat dan pemerintah.

Wagub Seno Aji menyambut baik kedatangan pengurus FKDM dan menyampaikan apresiasinya atas dedikasi lembaga ini dalam menjaga keharmonisan sosial serta mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

Ia menegaskan bahwa peran FKDM sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, terutama di tengah dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Saya berharap semua tetap bersatu, sehingga Kaltim tetap kondusif dan damai,” ucapnya.

Menurutnya, pembangunan yang tengah digalakkan di berbagai wilayah tidak akan berjalan efektif tanpa dukungan stabilitas sosial. FKDM dipandang sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketertiban dan meminimalisasi potensi konflik di masyarakat.

“FKDM terus aktif melakukan pengawasan dan menjaga kewaspadaan dini. Pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa keamanan dan ketertiban,” tambah Seno.

Silaturahmi tersebut juga menjadi ruang dialog antara pemerintah provinsi dan FKDM dalam menyamakan persepsi soal tantangan-tantangan kewilayahan.

Bagi Wagub, pertemuan ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi juga wujud komitmen bersama menjaga harmoni antarsuku, agama, dan kelompok masyarakat.

Di sisi lain, Ketua FKDM Kaltim, Prof. Suyitno Sudirman, menyampaikan rasa terima kasih atas waktu dan perhatian yang diberikan oleh Wakil Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa Kalimantan Timur mencerminkan keragaman Indonesia, dan karena itu pula, FKDM memiliki tugas berat untuk merawat kewaspadaan kolektif di tengah keberagaman.

“FKDM Kaltim memiliki tugas dan fungsi utama untuk menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat terhadap potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) keamanan, serta bencana,” katanya.

Prof. Suyitno juga memaparkan peran FKDM sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, terutama dalam penyampaian informasi penting terkait potensi konflik. Rekomendasi dari FKDM menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan berbasis deteksi dini.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua FKDM Hamsyi Djamhari, Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kaltim Wildan Taufik, serta sejumlah tokoh FKDM lainnya seperti Desak Darmayanti, Ibnu Chotob, Abraham Ingan, dan Ahmad Jubaidi.

“FKDM ini juga bisa dibilang sebagai miniaturnya Kalimantan Timur, karena mewakili semua unsur yang ada di masyarakat,” tutup Prof. Suyitno. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *