menarakaltim.com, SAMARINDA — Upaya mempererat hubungan dagang antara Kalimantan Timur dan Brunei Darussalam memasuki babak baru. Lewat penandatanganan nota kesepahaman antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Samarinda dan Indonesian Business Chamber (IBC) Brunei Darussalam, kedua pihak membuka jalur kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
Prosesi penandatanganan berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, Kamis (24/7/2025), disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Prof. Dr. Achmad Ubaedillah, serta Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji.

“Saya harap setelah MoU ini langsung ada transaksi. Jangan pacaran terus, segera nikah,” ucap Dubes disambut tawa para peserta forum.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan optimismenya terhadap potensi kerja sama ini karena pengusaha Brunei yang hadir bukan kaleng-kaleng, melainkan pemain nyata di berbagai sektor bisnis.
“Kalau saya tugasnya seperti mak comblang saja,” imbuhnya berseloroh.
Dubes juga berharap akses konektivitas antara Kaltim dan Brunei bisa terus ditingkatkan. Saat ini, sudah ada penerbangan dua kali seminggu dari dan ke Brunei, namun ia menginginkan konektivitas jalur darat dan laut juga dikembangkan untuk mempermudah arus barang dan investasi.
Wagub Seno Aji memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan potensi kekayaan alam dan peluang investasi yang dimiliki Kaltim. Ia menyebutkan sektor energi dan pertambangan masih menjadi primadona, mulai dari minyak, gas, batu bara, hingga pasir kuarsa yang jumlahnya ditaksir mencapai 140 miliar ton.
Tak hanya itu, sektor hilirisasi sawit juga diangkat sebagai peluang emas. Dengan luas lahan sawit mencapai 3 juta hektare, di mana 1,5 juta hektare sudah produktif, Kaltim siap membuka pintu untuk pengembangan industri pengolahan sawit dan produk turunannya.
“Selama ini CPO kita langsung diekspor. Ke depan, kita ingin mengolahnya di sini. Ini peluang bagi pengusaha Brunei,” terang Seno Aji.
Kaltim juga mulai bersiap menyambut pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Oleh karena itu, kebutuhan akan investasi di bidang infrastruktur, suprastruktur, hingga kuliner terbuka lebar.
Seno menegaskan, iklim investasi di Kaltim sangat kondusif. “Tidak ada konflik SARA di sini. Harmoni selalu kami jaga,” ujarnya mantap.
Kehadiran sekitar 30 pengusaha Brunei di forum ini menjadi sinyal kuat keseriusan Negeri Jiran tersebut untuk menjalin kolaborasi. Rombongan pebisnis yang datang dari sektor perhotelan, properti, kosmetik, travel, restoran hingga retail ini disambut oleh jajaran pengusaha dan pejabat daerah.
Turut hadir Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Faroek, Ketua Kadin Samarinda Muhammad Ridwan, Presiden IBC Acep Prasojo, dan Chairman BIMP EAGA Sayid Irwan.
Seno Aji menyampaikan harapannya agar kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas, tapi bisa melahirkan investasi nyata dalam waktu dekat.
“Kami sangat terbuka. Kami berharap, tahun depan sudah ada investasi dari Brunei yang masuk ke Kaltim,” ungkap Seno optimis.
Ia juga mendorong para pelaku usaha Brunei untuk turut membelanjakan uangnya di sektor UMKM dan produk-produk lokal khas Kaltim.
“Belanjalah kuliner kami, belilah produk UMKM kami. Biar uangnya betah di sini,” tutupnya.

