menarakaltim.com, SAMARINDA — Semangat kompetisi para pelajar SMA dan SMK se-Kota Samarinda kembali berkobar. Ribuan siswa dari berbagai sekolah menengah negeri, swasta, dan madrasah tampil dalam ajang lomba tingkat kota Samarinda yang menjadi seleksi awal menuju pentas provinsi bahkan nasional.
Total ada 1.572 siswa yang berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba yang terbagi dalam enam kategori utama, yakni Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI), National School Debating Championship (NSDC), dan Lomba Keagamaan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sitti Aminah, Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bidang SMA Dinas Pendidikan Kaltim, mewakili Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kaltim.

Ia menyebut lomba ini menjadi ajang pembinaan karakter pelajar dan sarana menemukan bibit unggul untuk mewakili Samarinda ke tingkat yang lebih tinggi.
“Ini bukan hanya lomba untuk mencari juara, tapi wadah pembentukan karakter anak-anak kita. Kita ingin melatih mereka untuk sportif, kompetitif, dan siap menang atau kalah dengan sikap dewasa,” ujar Sitti Aminah, Rabu (3/7/2025).
FLS2N: 427 siswa (SMA 330, SMK 97) bersaing di 15 cabang seni seperti tari, musik, kriya, dan teater, dengan dewan juri dari pegiat seni Kaltim.
OSN: Diikuti 825 siswa SMA yang bertanding daring di sembilan bidang sains, seperti matematika, fisika, dan biologi.
O2SN: Hanya mempertandingkan karate dan silat, diikuti 37 siswa (SMA 28, SMK 9) dengan juri dari FORKI dan IPSI Kaltim.
LDBI & NSDC: Masing-masing diikuti 45 siswa dari 15 SMA, dengan dewan juri alumni kompetisi debat nasional.
Keagamaan: Diminati 193 siswa SMA dengan juri yang berasal dari kalangan dewan hakim MTQ dan Kemenag Kaltim.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 5 Samarinda, H. Budiono, S.Pd., M.Pd, selaku tuan rumah pembukaan lomba menyatakan kebanggaannya mendukung ajang ini.
“Harapan kami anak-anak bukan hanya juara, tapi juga tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan berkarakter sesuai cita-cita pembukaan UUD 1945. Ini kesempatan mereka bersaing sehat, menyiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Budiono.
Ia berharap kompetisi berjalan lancar dan menghasilkan juara-juara yang akan mewakili Samarinda ke tingkat provinsi, bahkan nasional.
Namun, Sitti Aminah juga menyoroti masih banyaknya sekolah yang belum berpartisipasi maksimal. Padahal, menurutnya, peluang sudah dibuka lebar oleh Dinas Pendidikan.
“Ini tantangan buat sekolah-sekolah. Kepala sekolah harus proaktif, membuka jalan bagi siswa-siswanya ikut. Kami sudah kirim informasi lewat BPTI, tinggal bagaimana sekolah mau mendorong siswanya,” ujarnya.
Ia juga berharap ke depan anggaran pembinaan karakter dan pengembangan prestasi siswa tetap diperkuat oleh Pemprov Kaltim, agar potensi siswa Kaltim makin bersinar di level nasional.
Pemenang dari lomba tingkat kota ini akan melaju ke seleksi provinsi. Jika lolos lagi, mereka akan membawa nama Samarinda ke ajang nasional yang lebih kompetitif.
“Targetnya bukan sekadar ikut, tapi meraih prestasi nasional. Tapi lebih dari itu, kami ingin siswa kita tumbuh jadi pribadi yang tangguh, sportif, rendah hati saat menang, dan sabar saat kalah,” tutup Sitti. (RN)

