159 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mendorong sekolah-sekolah di daerah ini untuk tidak sekadar fokus pada akademik di kelas, tetapi juga aktif mengantar siswa-siswinya meraih prestasi di luar sekolah. Melalui partisipasi dalam beragam lomba pendidikan, siswa didorong mengasah bakat sekaligus membangun karakter kuat.

Pesan ini disampaikan oleh Siti Aminah, Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kaltim, di sela-sela pembukaan salah satu kompetisi di SMAN 5 Samarinda, Jumat (4/7/2025).

“Lomba itu bukan sekadar cari piala. Kami ingin anak-anak punya mental petarung, siap menang tapi juga siap kalah dengan lapang dada. Yang penting mereka berani mencoba dan tidak mudah menyerah,” tegas Siti.

Beberapa ajang yang rutin digelar antara lain Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Lomba Debat Indonesia (LDI), serta berbagai lomba keagamaan.

Menariknya, tahun ini jumlah pesertanya cukup banyak: lomba seni melibatkan 427 siswa (330 SMA dan 97 SMK), sementara OSN yang digelar secara daring diikuti lebih dari 800 peserta.

Untuk lomba debat bahasa Indonesia dan Inggris, masing-masing tercatat 15 sekolah ikut ambil bagian di jenjang SMA dan MA. Sedangkan untuk O2SN, dua cabang olahraga jadi andalan tahun ini: karate dan pencak silat.

Namun demikian, Siti Aminah tak menutup mata bahwa masih banyak sekolah yang belum maksimal memanfaatkan kesempatan ini. Beberapa di antaranya bahkan belum pernah mendaftarkan siswa mereka untuk ikut serta.

“Sayangnya, kadang informasi lomba hanya berhenti di ruang guru atau kepala sekolah, tidak sampai ke siswa. Padahal peluang ini terbuka lebar,” keluhnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya peran aktif kepala sekolah dan guru dalam menyebarkan informasi serta memotivasi siswa untuk berani tampil di berbagai ajang.

Siti pun berharap, Pemerintah Provinsi Kaltim terus memberi dukungan, terutama dari sisi anggaran, agar semakin banyak siswa yang bisa mengembangkan diri lewat jalur non-akademik ini.

“Kalau mau karakter anak-anak kita tangguh, jangan hanya dicekoki teori. Biar mereka belajar langsung dari pengalaman berkompetisi,” tutupnya. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *