menarakaltim.com, SAMARINDA — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Medika Samarinda tahun ini hadir dengan pendekatan yang tak biasa. Kegiatan yang memasuki tahap kedua ini bukan sekadar memperkenalkan gedung sekolah atau aturan tata tertib, melainkan mengajak para siswa baru memahami esensi menjadi pribadi yang kuat, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan hidup.
Memasuki tahun ajaran 2025/2026, sekitar 500 siswa baru mengikuti program MPLS yang berlangsung selama tiga hari. Tahap kedua ini sekaligus menjadi penutup rangkaian penyambutan siswa baru yang telah dimulai sejak bulan Mei.
Musmuliadi, Kepala SMK Medika Samarinda, menyampaikan bahwa pembentukan karakter menempati porsi utama dalam proses pendidikan mereka.
“Kami yakin, kecakapan teknis saja tak cukup. Dunia kerja lebih menghargai kejujuran, kerja tim, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi,” ujarnya saat ditemui Sabtu (5/7/2025).
Di SMK Medika, siswa didorong untuk belajar dengan suasana hati yang tenang. Tidak ada aturan yang membatasi siswa untuk berekspresi melalui rambut panjang atau sepatu berwarna cerah, selama tetap menjaga kerapian dan kesopanan.
“Kami ingin suasana belajar terasa menyenangkan. Kalau siswa nyaman, mereka akan lebih mudah menyerap ilmu. Penampilan fisik itu urusan kesukaan pribadi, bukan indikator kecerdasan.”
Jam pelajaran pun diatur agar tidak membebani siswa. Mereka tetap produktif tanpa tertekan oleh rutinitas yang monoton.
SMK Medika Samarinda juga membuka berbagai pilihan jurusan yang diminati siswa baru. Paling populer adalah Keperawatan, kemudian DKV (Desain Komunikasi Visual), Multimedia, Teknik Sepeda Motor, Farmasi, Perkantoran, Pemasaran, hingga Teknik Laboratorium Medik.
Lebih dari sekadar teori, siswa juga dipersiapkan untuk langsung terjun ke lapangan melalui program magang industri yang intensif.
Ada empat nilai yang selalu menjadi pijakan dalam proses pendidikan di sekolah ini:
1). Imtak (iman dan takwa): Siswa tetap diajak menjaga hubungan spiritual, di balik kebebasan berekspresi mereka.
2). Kedisiplinan dalam belajar: Tidak ada jam kosong yang sia-sia.
3). Magang industri: Siswa terjun langsung ke dunia kerja sebelum lulus.
4). Ekstrakurikuler: Ada lebih dari 30 kegiatan yang bisa dipilih siswa, mulai dari olahraga seperti basket dan voli, hingga aktivitas kreatif seperti boxing atau balap motor (dengan izin resmi).
Beberapa siswa bahkan sudah menorehkan prestasi nasional dari kegiatan-kegiatan tersebut.
Dengan metode pembelajaran yang mengutamakan keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan karakter, SMK Medika Samarinda ingin mencetak lulusan yang tidak sekadar siap kerja, tetapi juga mampu berpikir kritis dan bertahan menghadapi tantangan hidup. Itulah yang membuat sekolah ini semakin diminati masyarakat Kalimantan Timur dari tahun ke tahun. (RN)

