187 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mengambil langkah tegas dalam mengatasi lonjakan harga cabai yang sempat mencapai Rp100.000 per kilogram pada akhir Februari lalu.

Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Marnabas, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk menambah ketersediaan di pasar lokal. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan petani lokal melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk menyerap hasil panen mereka.

Langkah ini memungkinkan pemerintah membeli cabai dengan harga Rp85.000 per kilogram dan menjualnya kembali kepada masyarakat seharga Rp65.000 per kilogram.

“Ini adalah bentuk intervensi kami. Jika harga sudah normal, kami akan menghentikan intervensi ini untuk menghindari deflasi,” ujarnya, Sabtu (8/3/2025).

Marnabas menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inflasi dan deflasi. Menurutnya, inflasi yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat, sementara deflasi dapat merugikan pelaku usaha dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, pemerintah berperan untuk menjaga stabilitas harga agar perekonomian tetap berjalan dengan baik.

“Jika inflasi tinggi, masyarakat menjerit. Jika deflasi, pengusaha yang menjerit. Kami berusaha menjaga agar keduanya tetap seimbang,” tambahnya.

Marnabas juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Samarinda saat ini berada di angka 8%, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian kota ini cukup kuat, namun tetap diperlukan upaya untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying dan membeli bahan pokok sesuai kebutuhan. Langkah ini penting untuk mencegah kelangkaan barang dan kenaikan harga yang tidak terkendali.

“Belilah sesuai kebutuhan. Jangan sampai karena panik, kita membeli berlebihan dan akhirnya merugikan diri sendiri dan orang lain,” pesan Marnabas.

Dengan langkah-langkah intervensi yang telah dilakukan, diharapkan harga cabai dan bahan pokok lainnya di Samarinda dapat kembali stabil, sehingga inflasi dapat terkendali dan perekonomian kota tetap tumbuh dengan baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *