208 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Samarinda resmi mencatat sejarah baru dalam penguatan ekonomi umat. Bersamaan dengan pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Samarinda periode 2025–2030, pada Sabtu (10/5/225) terbentuklah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) setempat. Lembaga ini menjadi simbol keseriusan NU dalam menapaki jalur ekonomi kerakyatan yang lebih konkret dan berkesinambungan.

Foto : Ist
Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi keagamaan seperti NU harus hadir nyata di tengah masyarakat, bukan hanya dalam lingkup dakwah dan sosial, melainkan juga ekonomi.

Ia menegaskan pentingnya kontribusi langsung yang menyentuh kebutuhan umat, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.

Menjawab arahan tersebut, LPNU Kota Samarinda langsung tancap gas dengan merancang pendirian Koperasi NU Mart—sebuah wadah ekonomi yang dirancang untuk mengakomodasi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK).

Gagasan ini tidak sekadar menjadi simbol gerakan ekonomi, tapi juga strategi pembinaan UMKM melalui pendekatan kelembagaan yang terstruktur.

Guna menyosialisasikan langkah awal tersebut, LPNU bakal menggelar Pameran dan Bazaar UMKM Kota Samarinda 2025 yang akan berlangsung pada 17–25 Mei di kawasan GOR Segiri. Event ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 102 tahun kelahiran Nahdlatul Ulama, dengan Samarinda sebagai tuan rumah.

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Samarinda sekaligus Pembina LPNU, Ir. Agus Tri Sutanto, MT, menjelaskan bahwa koperasi ini dirancang bukan hanya sebagai ruang transaksi ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pelatihan, legalisasi usaha, akses permodalan, hingga peningkatan kapasitas pemasaran para pelaku UMKM.

Menurutnya, kehadiran NU Mart menjadi pintu masuk menuju kemandirian ekonomi warga Nahdliyin dan masyarakat umum.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan berbagai pihak, mulai dari internal NU seperti Banom dan lembaga-lembaganya, hingga pemerintah daerah dan mitra sponsor. Agus optimis, kolaborasi ini akan menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pameran ini bukan hanya tentang transaksi, tapi tentang membangun semangat kolektif untuk mencintai dan menguatkan produk lokal,” ujarnya.

Lebih jauh, Agus menekankan bahwa UMKM dan koperasi merupakan dua fondasi utama dalam struktur ekonomi nasional yang harus terus diperkuat. Karena itu, LPNU mendorong sinergi semua lapisan masyarakat agar sektor ini bisa naik kelas, tangguh, dan berdaya saing di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh masyarakat Samarinda untuk mendukung dan mendoakan kesuksesan program ini.

“Kami berharap, NU Mart bisa menjadi sarana yang membawa berkah dan pemerataan kesejahteraan, sekaligus mengokohkan ekonomi umat di daerah ini,” pungkasnya.(RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *