menarakaltim.com, SAMARINDA – Perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Samarinda berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Acara ini digelar oleh Pengurus Cabang NU (PCNU) Samarinda bersama Lembaga Perekonomian (LP) NU di GOR Segiri pada Minggu (18/5/2025), dengan berbagai rangkaian kegiatan seperti jalan sehat dan bazar, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ketua PCNU Samarinda, KH Anshari Hasan, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara yang mendapat antusias tinggi dari masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Harlah NU ke-102 yang telah dimulai sejak 12 Mei lalu.
“Alhamdulillah, jalan sehat ini menjadi bagian dari program besar kami. Sebelumnya sudah digelar pelantikan pengurus cabang serta pembukaan informal bazar UMKM pada 17 Mei,” kata KH Anshari.
Bazar UMKM secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda. Dalam sambutannya, KH Anshari berharap keberadaan bazar ini mampu meningkatkan geliat ekonomi warga sekaligus menjadi media dakwah dan syiar NU melalui pendekatan ekonomi umat.
Ia juga mengumumkan bahwa puncak acara akan digelar pada 25 Mei mendatang dan dijadwalkan dihadiri oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono.
Dalam kesempatan itu, akan dilakukan penutupan bazar UMKM sekaligus peresmian Gedung NU Center Samarinda yang berada di Jalan KH Hajar Dewantara, kawasan Universitas Mulawarman (UNMUL).
“Insyaallah, Wamenkop akan hadir untuk menutup bazar. Selanjutnya, Wali Kota Samarinda, Bapak Andi Harun, juga akan menandatangani prasasti Gedung NU Center sebagai simbol peresmian gedung baru yang dibangun oleh Pemkot Samarinda,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Harlah NU ke-102, Wasiran, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung jalannya rangkaian kegiatan ini.
Ia menyebutkan, total terdapat 108 UMKM yang turut serta dalam bazar dengan sistem kontribusi yang ringan bagi pelaku usaha.
“Biasanya, sewa lapak bisa sampai Rp3 hingga Rp4 juta untuk lima hari. Namun kali ini, peserta cukup berinfak Rp500 ribu untuk sembilan hari penuh. Ini bentuk komitmen kami untuk mendukung pelaku UMKM tanpa memberatkan mereka,” terangnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan kelahiran NU, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi berbasis komunitas.
Dukungan dari pemerintah daerah, pelaku usaha, dan warga Nahdliyin memperlihatkan sinergi yang kuat dalam membangun solidaritas sosial, ekonomi, dan spiritual di tengah masyarakat. (RN)

