266 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk pelajar berkarakter melalui gelaran Lomba Keagamaan tingkat Kota Samarinda 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program penguatan karakter peserta didik yang berlangsung di SMA Negeri 5 Samarinda.

Mengusung nilai spiritual sebagai pondasi pembentukan karakter siswa, lomba ini mempertemukan ratusan pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kota Samarinda yang berkompetisi dalam tujuh kategori lomba bernuansa keagamaan.

Sub Koordinator Peserta Didik dan Pembangunan Karakter (PDPK) Disdikbud Kaltim, Dr. Siti Aminah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya seleksi menuju tingkat provinsi, melainkan juga ruang pengasahan nilai-nilai keagamaan dan moralitas siswa.

“Lomba ini adalah bagian dari penguatan karakter. Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademis dan seni, tapi juga memiliki kecerdasan spiritual. Karena anak yang taat pada agamanya, Insya Allah akan memiliki budi pekerti yang baik,” ucap Aminah saat diwawancarai di sela kegiatan.

Tahun ini, Disdikbud Kaltim menggelar tujuh kategori lomba keagamaan: tilawah, tartil, ceramah, adzan, kaligrafi, serta baca kitab suci untuk Katolik dan Kristen. Lomba ini diikuti oleh perwakilan siswa dari berbagai sekolah dengan semangat tinggi dan persiapan yang matang.

Yang menarik, proses penjurian dilakukan secara profesional melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama Provinsi Kaltim, termasuk di dalamnya juri-juri dari Majelis Ta’lim dan tenaga pengajar agama yang berkompeten dari beberapa daerah seperti Kutai Timur.

“Para juri kami datangkan langsung dari Kemenag dan MTK. Ini kami lakukan agar proses seleksi objektif dan bermutu,” jelas Aminah.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Provinsi Kaltim, Izza Auwaliha, S.Pd.I., M.Pd, turut mengapresiasi keberlangsungan lomba keagamaan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut adalah bentuk nyata dari dukungan penuh pemerintah dalam memfasilitasi pendidikan karakter berbasis agama.

“Kita senang sekali lomba ini terus berlanjut. Selain memberi ruang ekspresi, lomba ini juga menjadi tolok ukur keterampilan dan karakter keagamaan siswa,” ujar Izza.

Ia juga berharap lomba seperti ini bisa mendorong semua sekolah, baik negeri maupun swasta, untuk aktif membina siswa di bidang keagamaan.

“Sebagai guru agama, kita tidak hanya mengajar teori. Tapi melalui lomba ini, kita tahu sejauh mana nilai-nilai itu diamalkan dan dikuasai siswa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Aminah berharap agar kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun, menjadi bagian penting dari sistem pembinaan karakter siswa di Kalimantan Timur.

“Kami ingin generasi kita bukan cuma cerdas secara akademik, tapi juga cerdas secara sosial dan spiritual. Dan lomba-lomba keagamaan seperti ini adalah salah satu jalannya.” (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *