Screenshot
176 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) mendampingi rombongan Komisi V DPR RI dalam agenda peninjauan sejumlah proyek infrastruktur strategis yang tengah berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk Bandara VVIP IKN.

Kegiatan kunjungan kerja tersebut diawali dengan inspeksi di ruas Jalan Tol IKN, tepatnya pada Segmen Karang Joang–KKT Kariangau Seksi 3A-2 yang membentang sepanjang 4,12 kilometer. Proyek yang dikerjakan sejak 2023 dan ditarget rampung pada 2025 itu memiliki nilai kontrak sebesar Rp2,8 triliun, dengan progres konstruksi saat ini mencapai 65,51 persen.

Rombongan juga melintasi jalur lain di segmen yang sama, yaitu Seksi 3A dengan panjang 9,27 kilometer. Proyek ini memiliki anggaran Rp3,5 triliun, telah dimulai sejak 2022 dan hampir rampung dengan progres mencapai 99,46 persen.

“Sudah luar biasa. Progres pembangunannya sangat meyakinkan,” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras saat meninjau langsung progres proyek tersebut.

Kegiatan berlanjut dengan peninjauan ke lokasi pembangunan pelindung tumbukan kapal (fender) serta struktur pendukung Jembatan Pulau Balang yang memiliki panjang 804 meter. Pekerjaan tersebut masuk dalam program pembangunan 2022–2024.

Selain itu, proyek Dermaga Logistik IKN yang dibangun sejak tahun 2023 juga tak luput dari perhatian para legislator. Rombongan juga menyempatkan melihat progres duplikasi Jembatan Pulau Balang (bentang pendek I dan II) yang masing-masing memiliki panjang 514 meter, dengan nilai kontrak mencapai Rp907 miliar dan capaian progres fisik sebesar 48,41 persen.

Peninjauan dilanjutkan ke proyek Jalan Bebas Hambatan Seksi 6B Outer Ring Road menuju Simpang 3 ITCI. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan jaringan jalan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang terbentang sepanjang 74,77 kilometer. Pekerjaan infrastruktur tersebut telah dimulai sejak 2021.

Salah satu titik yang juga menjadi fokus dalam kunjungan tersebut adalah kawasan Rumah Susun (Rusun) ASN 1. Di lokasi ini telah berdiri 57 tower, dengan 47 tower difungsikan sebagai hunian untuk Aparatur Sipil Negara. Total tersedia 540 unit hunian yang dapat menampung hingga 2.160 orang.

Rangkaian kunjungan diakhiri di kawasan Bandara VVIP IKN yang saat ini sedang dalam tahap usulan untuk dikembangkan menjadi bandara umum.

Fasilitas bandara mencakup landasan pacu sepanjang 3 kilometer, taxiway 0,29 kilometer, apron 0,47 kilometer, dan jalan relokasi 4,7 kilometer.

Proyek ini melibatkan 605 pekerja dengan total jam kerja mencapai 4,69 juta jam dan nilai kontrak senilai Rp4,2 triliun.

“Kaltim akan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki tiga bandara besar. Selain Bandara SAMS di Balikpapan dan Bandara APT Pranoto di Samarinda, kini hadir Bandara IKN,” ujar Gubernur Harum dengan penuh kebanggaan.

Sebagai penutup, rombongan menggelar diskusi bersama di Gedung VVIP Bandara IKN untuk membahas progres pembangunan serta tantangan ke depan dalam mendukung konektivitas dan layanan publik di ibu kota negara baru. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *