129 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Dunia pendidikan bukan hanya milik sekolah dan kampus. Mahasiswa, dengan idealisme dan semangat mudanya, dinilai punya potensi besar untuk mendorong perubahan nyata di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, dalam pernyataannya baru-baru ini.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, mahasiswa tidak seharusnya hanya sibuk bergelut di ruang kelas atau sibuk dengan agenda organisasi kampus. Mereka justru bisa menjadi jembatan antara kebijakan pendidikan dengan realitas yang terjadi di lapangan.

“Mahasiswa punya posisi strategis, apalagi kalau mereka dari jurusan keguruan. Mereka mengerti tantangan pendidikan sekaligus punya kapasitas untuk memberi solusi,” kata Anhar.

Ia menyoroti bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sosial yang berkaitan dengan pendidikan, baik sebagai relawan, pengajar, maupun penggerak literasi telah membawa dampak positif yang nyata, terutama di daerah yang akses pendidikannya masih terbatas.

Lebih dari itu, mahasiswa juga dianggap memiliki keberanian untuk menyampaikan kritik dan gagasan alternatif terhadap kebijakan pendidikan yang dirasa tidak berpihak pada rakyat.

Anhar menyebut sikap partisipatif semacam ini sebagai bukti bahwa mahasiswa bukan sekadar pengamat, tetapi motor penggerak perubahan.

“Mahasiswa harus didorong untuk hadir lebih banyak di ruang-ruang publik. Ketika mereka terlibat langsung di masyarakat, mereka bukan hanya belajar, tapi juga memberi dampak,” ucapnya.

Anhar menekankan, kontribusi mahasiswa sangat dibutuhkan, terutama dalam menjangkau kelompok usia sekolah dasar dan menengah yang seringkali luput dari perhatian. Mereka bisa menjadi pelengkap peran guru dan lembaga pendidikan formal dalam membangun generasi muda yang cerdas dan berkarakter.

Ia pun memastikan bahwa DPRD Samarinda membuka ruang seluas-luasnya bagi ide dan aksi mahasiswa yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.

“Kami di legislatif tentu mendukung penuh setiap inisiatif mahasiswa, apalagi kalau itu berdampak langsung bagi warga. Mahasiswa jangan takut bergerak,” tegasnya.

Lebih dari sekadar menyuarakan perubahan, Anhar mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari solusi. Karena bagi dia, masa depan pendidikan Indonesia tidak cukup dibentuk dari balik meja birokrasi, tapi juga dari tangan-tangan muda yang mau berbuat dan bergerak bersama rakyat. (Adv/dprdsamarinda)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *