189 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, mengajak para lulusan baru dan pencari kerja muda untuk tidak langsung patah semangat ketika menghadapi persyaratan pengalaman kerja dalam proses rekrutmen.

Menurutnya, syarat seperti dua atau tiga tahun pengalaman tidak selalu menjadi harga mati dalam dunia kerja.

Dalam pandangannya, masih banyak ruang dan peluang bagi mereka yang belum memiliki pengalaman formal untuk tetap bisa menembus pasar kerja, selama ada kemauan, keberanian mencoba, dan inisiatif untuk menjalin komunikasi aktif dengan calon pemberi kerja.

“Kalau syarat pengalaman dua sampai tiga tahun itu selalu jadi penghalang, ya anak-anak muda kita akan terus ketinggalan. Padahal tidak semua posisi kerja betul-betul mensyaratkan pengalaman,” ujar Harminsyah.

Ia menilai, banyak perusahaan mencantumkan syarat tersebut hanya sebagai acuan umum. Namun pada praktiknya, keputusan akhir sering kali bergantung pada semangat, kemampuan dasar, dan kesan positif dari pelamar saat proses seleksi.

“Jangan terpaku pada syarat-syarat itu lalu menyerah. Cobalah untuk tetap melamar, gali potensi, perlihatkan niat baik, dan bangun komunikasi. Kadang hal seperti itu justru menjadi nilai tambah tersendiri,” ungkapnya.

Harminsyah juga menyoroti bahwa tak semua posisi kerja memerlukan pengalaman panjang. Untuk posisi teknis atau pelaksana operasional, banyak perusahaan justru membuka peluang bagi lulusan baru yang siap dilatih.

“Kalau yang dibutuhkan adalah operator atau pekerjaan teknis, biasanya perusahaan sudah menyiapkan pelatihan. Yang betul-betul memerlukan pengalaman itu ya jabatan manajerial atau level-level strategis,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mendorong anak-anak muda di Samarinda agar lebih proaktif dalam mencari pengalaman alternatif, misalnya lewat magang, pelatihan keterampilan, atau menjadi relawan di bidang yang relevan. Hal itu bisa menjadi pengganti pengalaman kerja formal saat melamar pekerjaan.

“Kalau belum punya pengalaman kerja, carilah pengalaman belajar. Bisa ikut pelatihan, organisasi, atau program magang. Itu semua bisa jadi portofolio yang diperhitungkan perusahaan,” imbuhnya.

Melalui pernyataan ini, Harminsyah berharap generasi muda di Samarinda tidak hanya menunggu kesempatan, tetapi berani mengejar dan menciptakan peluang, termasuk dalam dunia kerja yang semakin kompetitif. (Adv/dprdsamarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *