151 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Kekhawatiran warga terkait distribusi beras di Kota Samarinda dijawab langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi. Ia memastikan bahwa pasokan beras di wilayahnya saat ini dalam kondisi stabil dan terkendali.

“Stok beras cukup aman. Kami sudah tinjau langsung ke gudang Bulog, dan sejauh ini distribusi berjalan sesuai jalurnya,” ujar Iswandi beberapa waktu lalu.

Menurutnya, DPRD bersama instansi teknis terus memantau rantai distribusi bahan pangan untuk menghindari celah permainan harga ataupun dugaan penyalahgunaan penyaluran beras bersubsidi.

“Pengawasan tetap kami lakukan agar distribusi tetap tertib dan tidak ada spekulan yang bermain,” imbuhnya.

Iswandi juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan kebijakan pusat dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk program nasional pembelian hasil panen yang dinilai membantu menstabilkan harga dan menjamin keberlangsungan pasokan.

Ia menyambut baik kebijakan presiden terpilih Prabowo Subianto yang menetapkan harga beli gabah atau beras dari petani dengan nilai yang wajar dan menguntungkan.

Menurutnya, langkah ini bukan hanya menjaga kesejahteraan petani, tetapi juga memastikan suplai beras tetap berjalan lancar ke pasaran.

“Dengan harga beli Rp6.000 per kilogram, petani tidak merasa dirugikan. Ini sangat berpengaruh terhadap kelancaran distribusi dan kestabilan harga di pasar,” jelasnya.

Namun demikian, Iswandi mengakui bahwa kondisi komoditas pangan lainnya tidak selalu seaman beras.

Ia menyebut jagung sebagai contoh komoditas yang masih menghadapi tantangan, mulai dari fluktuasi harga hingga minimnya cadangan stok.

“Kalau beras relatif aman. Justru komoditas lain seperti jagung yang perlu perhatian lebih. Tapi pemerintah sudah mulai mengambil langkah-langkah penanganan,” paparnya.

Ia juga mencatat bahwa fluktuasi harga di kategori beras premium masih terjadi, namun tidak terlalu mempengaruhi masyarakat secara umum karena konsumsi tertinggi berada pada beras medium.

“Yang premium memang sempat naik, tapi daya belinya tidak sebesar beras reguler, jadi tidak terlalu berdampak,” tambahnya.

Iswandi memastikan bahwa Komisi II DPRD Samarinda akan terus menjalankan fungsi kontrol terhadap komoditas pangan strategis demi menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan untuk seluruh lapisan masyarakat.

“Fokus kami tetap pada pengawasan menyeluruh, bukan hanya pada stok, tapi juga distribusi dan harga. Masyarakat berhak atas pangan yang terjangkau dan mudah diakses,” tutupnya. (ADV/DPRDSMD/RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *