menarakaltim.com, SAMARINDA – SMK Medika Samarinda kembali menggelar acara tahunan bertajuk Go-Ship Show yang ke-10, berlangsung sejak 14 hingga 18 Mei 2025 di Lantai 3 Mal Samarinda Square. Mengusung tema “Spektakuler, Berkarakter; Memang Beda, Anti Galau”, ajang ini menghadirkan beragam kegiatan yang menggabungkan aspek seni, olahraga, hiburan, dan pengembangan karakter siswa.
Go-Ship Show sendiri merupakan singkatan dari Gelar Olahraga, Seni, dan Hiburan Pelajar, sebuah konsep terpadu yang menjadi ciri khas SMK Medika dalam memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru sekaligus menyalurkan potensi dan bakat siswa.
Kepala SMK Medika Samarinda, Musmulyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah yang dimanfaatkan untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sekaligus menjadi ajang unjuk kreativitas bagi siswa-siswi dari semua angkatan.
“MPLS tahun ini kami kemas sebagai bagian dari Go-Ship Show. Tidak hanya perkenalan lingkungan sekolah, tapi juga jadi ajang kreasi dan hiburan yang melibatkan internal maupun eksternal,” jelasnya, Sabtu (16/5/2025).
Rangkaian acara meliputi berbagai perlombaan seperti futsal, voli, tari tradisional, fashion show, e-sport, hingga seminar kewirausahaan dan motivasi.
Selain itu, ada pula layanan pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung dengan sistem donasi sukarela.
Musmulyadi menyebutkan bahwa pelaksanaan MPLS dilakukan lebih awal dibanding sekolah lain, sebagai bentuk adaptasi terhadap jadwal libur panjang bulan Ramadan mendatang.
Selama masa libur tersebut, siswa kelas X dijadwalkan akan menjalani program magang kewirausahaan di beberapa pusat perbelanjaan ternama di Samarinda.
Tahun ini, jumlah pendaftar mencapai sekitar 550 orang, dan lebih dari 450 siswa sudah mengikuti MPLS.
Program pengenalan ini menitikberatkan pada pemahaman siswa terhadap kultur sekolah, termasuk tata tertib, program keasramaan, serta etika pergaulan antarsiswa dan antara siswa dengan guru.
“Kami ingin sejak awal mereka tidak canggung, apalagi banyak siswa berasal dari luar daerah. Jadi harus dibekali dari sekarang,” ujarnya.
Musmulyadi menegaskan bahwa ada lima hal utama yang menjadi prioritas dalam pengembangan siswa di SMK Medika.
Pertama, pembinaan karakter dan spiritual melalui program keasramaan, termasuk shalat berjamaah dan pengajian.
Kedua, kegiatan belajar mengajar yang disiplin dengan sistem tegas terhadap jam kosong.
“Jika guru berhalangan hadir, honor dipotong dan dialihkan ke guru pengganti. Ini untuk menjamin kualitas pembelajaran tetap terjaga,” ungkapnya.
Ketiga, pengembangan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler yang variatif dan menyenangkan.
Keempat, pencapaian prestasi di luar jurusan sebagai bentuk aktualisasi diri siswa. Terakhir, kesiapan lulusan untuk terserap di dunia kerja atau melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Musmulyadi berharap Go-Ship Show bisa terus menjadi sarana yang efektif untuk menumbuhkan semangat, kreativitas, dan integritas para siswa sejak hari pertama mereka bergabung di SMK Medika Samarinda. (RN)

