335 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Perpisahan siswa bukanlah ajang yang harus menguras kantong orang tua. Hal inilah yang ditunjukkan oleh SMK Medika Samarinda saat menggelar seremoni pelepasan peserta didik kelas XII tahun ajaran 2024/2025 di lantai tiga Mall Samarinda Square, Sabtu (24/5/2025).

Dengan mengangkat tema ‘Spektakuler Berkarakter Memang Beda Anti Galau’, kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya masa studi bagi lebih dari 500 siswa dari lima jurusan keahlian berbeda, sekaligus menjadi awal perjalanan mereka menuju dunia kerja maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Acara berlangsung meriah namun tetap bersahaja, dihadiri oleh ratusan siswa dan wali murid, jajaran guru, hingga pengurus yayasan.

Tak hanya menjadi ajang perpisahan, kegiatan ini juga menjadi cermin filosofi pendidikan karakter dan spiritual yang selama ini diterapkan di lingkungan sekolah.

Ketua Yayasan Insan Mandiri, Rasman Rading, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada seluruh tenaga pengajar yang telah mendampingi lebih dari 1.400 siswa selama menimba ilmu di sekolah ini.

Ia menegaskan bahwa SMK Medika bukan sekadar mengejar nilai akademik, namun turut membentuk pribadi yang religius dan bermoral.

“Setiap pagi dan sore, siswa kami dibiasakan melaksanakan salat berjamaah. Ini bagian dari pembentukan disiplin dan nilai-nilai etika dalam diri mereka,” ungkap Rasman.

Menariknya, seluruh proses pendidikan di SMK Medika diberikan secara gratis, tanpa pungutan biaya dari siswa. Sekolah ini juga tidak menerima dana bantuan operasional dari pemerintah.

Kebutuhan operasional ditutupi dari unit usaha yayasan, salah satunya asrama siswa yang dikelola secara mandiri dengan tarif terjangkau hanya Rp150 ribu per bulan.

Pendekatan berbasis gotong royong ini memungkinkan pendidikan tetap bisa dinikmati oleh kalangan ekonomi lemah, termasuk siswa dari daerah terpencil.

Rasman menegaskan bahwa keberpihakan pada akses pendidikan yang setara adalah prinsip utama yayasan.

Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, turut menjelaskan bahwa acara pelepasan digelar secara efisien tanpa membebani siswa.

“Kami memang memilih Mall Samarinda Square karena kapasitas dan kenyamanannya, bukan untuk kemewahan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa iuran yang dikenakan jika ada, bersifat sukarela dan hanya digunakan untuk biaya kebersihan serta logistik kegiatan.

“Bahkan bagi siswa yang tidak mampu, tetap kami beri kesempatan hadir tanpa bayaran. Prinsip kami, semua harus terlibat dan dihargai tanpa tekanan,” tegas Mus Mulyadi.

Dana penyelenggaraan didapat dari kas sekolah, unit usaha yayasan, serta partisipasi sukarela wali murid, tanpa mengusik dana BOS yang memang tidak diperuntukkan untuk kegiatan seremonial seperti ini.

Tak hanya sukses dalam aspek akademik dan spiritual, SMK Medika juga mencatat prestasi membanggakan dalam penyaluran lulusannya.

Melalui Bursa Kerja Khusus (BKK), sekitar 80 persen siswa tahun ini telah diterima bekerja, terutama di bidang kesehatan dan teknologi. Sisanya memilih melanjutkan kuliah.

Puncak kegiatan diramaikan dengan penampilan seni, penyerahan penghargaan siswa berprestasi, serta pemutaran video kenangan. Tangis haru pun mengalir ketika siswa memeluk para guru sebagai tanda perpisahan.

Acara ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan yang murah bahkan gratis bukan hanya mimpi jika dikelola dengan niat tulus dan komitmen tinggi.

SMK Medika Samarinda membuktikan bahwa sekolah swasta pun bisa menjadi pionir pendidikan yang inklusif, bermutu, dan humanis. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *