Menarakaltim.com, Samarinda – Setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan, umat Muslim di Kalimantan Timur bersyukur atas rahmat, ampunan, dan perlindungan dari Allah SWT. Rektor Universitas Mulawarman (UNMUL), Abdunnur, menjadikan momentum Idul Fitri sebagai kesempatan untuk memperkuat ketakwaan, membersihkan hati, dan melakukan perbaikan diri. Hal ini ia ungkapkan pada Selasa (1/4/2025).

“Ramadan dibagi dalam tiga fase: 10 hari pertama adalah rahmat, 10 hari kedua adalah maghfirah, dan 10 hari ketiga merupakan pembebasan dari api neraka. Dengan melaksanakan ibadah dengan sungguh-sungguh, kita berharap dapat kembali ke fitrah, suci, dan siap untuk berkontribusi membangun bangsa dengan hati yang ikhlas,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya refleksi diri, baik dalam hubungan antar sesama manusia maupun dengan Sang Pencipta, sebagai upaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik setelah Ramadan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) meluncurkan program pendidikan gratis bernama “Gratis Pol”. Program ini bertujuan untuk mempermudah akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya di Universitas Mulawarman.
Program ini merupakan inisiatif dari Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Rudy Mas’ud dan Seno Aji, dengan fokus pada program studi (prodi) yang memiliki akreditasi unggul di UNMUL.
Abdunnur menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan data prodi unggul yang terakreditasi A, serta daftar mahasiswa dan dosen yang memenuhi syarat untuk mengikuti program ini.
“Kami berharap program ini dapat membantu mahasiswa dan dosen melanjutkan pendidikan mereka, khususnya untuk jenjang doktoral,” ujarnya.
Saat ini, UNMUL memiliki 60 prodi S1, dan lebih dari setengahnya sudah terakreditasi unggul (A). Program “Gratis Pol” ini akan memprioritaskan mahasiswa dari prodi unggul tersebut, serta dosen yang ingin melanjutkan studi.
Abdunnur menambahkan, program ini terbuka untuk mahasiswa yang tidak menerima bantuan lain seperti KIP-Kuliah atau CSR perusahaan.
“Kami berharap Pemprov Kaltim terus mendukung upaya memperluas akses pendidikan ini, terutama untuk prodi yang tidak tersedia di Kaltim,” imbuhnya.
Ia juga menyambut baik respon positif terhadap program ini, meskipun masih ada pertanyaan mengenai kelanjutan program beasiswa lain seperti Kaltim Tuntas. Ia menegaskan, kebijakan akhir ada di Pemprov Kaltim, namun berharap akan ada skema khusus bagi prodi yang belum terakreditasi unggul.
Saat ini, sekitar 1.500 hingga 2.000 mahasiswa baru UNMUL sudah menerima bantuan KIP-Kuliah dari pemerintah pusat. Program “Gratis Pol” diharapkan dapat lebih memperluas kesempatan bagi masyarakat Kaltim, terutama dari kalangan kurang mampu, untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.
Dengan adanya program ini, Abdunnur optimis dapat mendukung pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kaltim, serta mempersiapkan generasi unggul menyambut tahun 2045. (*)

