57 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Peringatan hari jadi ke-358 Kota Samarinda menjadi momentum evaluasi arah pembangunan kota di tengah laju modernisasi dan posisinya sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, H. Viktor Yuan, menilai kemajuan fisik harus dibarengi dengan komitmen menjaga identitas budaya dan kelestarian lingkungan.

Menurut Viktor, perjalanan panjang Samarinda tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan kota ini mempertahankan nilai-nilai lokal yang telah hidup jauh sebelum pembangunan modern berlangsung. Ia mengingatkan, pembangunan yang melupakan akar budaya berpotensi menciptakan ketimpangan sosial dan kehilangan jati diri kota.

Posisi strategis Samarinda sebagai pusat ekonomi, pendidikan, dan jasa di Kalimantan Timur dinilai membawa tantangan baru. Viktor menyebut, geliat pembangunan harus dirancang secara adil dan merata agar tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, sementara kawasan lain tertinggal dan masyarakat adat terpinggirkan.

Selain aspek sosial dan budaya, persoalan lingkungan turut menjadi sorotan. Viktor menilai banjir dan degradasi lingkungan yang masih berulang merupakan sinyal bahwa kebijakan pembangunan perlu dievaluasi secara menyeluruh. Pendekatan teknis saja dianggap tidak cukup jika tidak disertai kesadaran kolektif untuk menjaga alam sebagai ruang hidup bersama.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi berbasis masyarakat lokal. UMKM dan ekonomi rakyat, menurutnya, harus tumbuh sejalan dengan pemberdayaan komunitas adat yang selama ini berkontribusi menjaga harmoni sosial dan budaya di Samarinda.

Viktor juga mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga adat, agar kebijakan pembangunan benar-benar merepresentasikan kebutuhan dan aspirasi warga.

“Pembangunan ideal adalah yang membuat kota maju tanpa tercerabut dari nilai budaya, tidak merusak lingkungan, dan memberi manfaat yang adil bagi seluruh masyarakat,” ujar Viktor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *