menarakaltim.com, TENGGARONG –Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengapresiasi langkah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kukar yang menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya memperkuat sinergi dan optimalisasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah di seluruh wilayah.

Rakorda yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya peran UPZ dalam memperluas jangkauan penghimpunan dana umat, khususnya di lingkungan ASN dan BUMD.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, disebutkan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan zakat di Kukar kini diperkuat dengan adanya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Zakat melalui Baznas daerah.
“Optimalisasi peran UPZ menjadi latar belakang Rakorda ini. UPZ adalah perpanjangan tangan Baznas dalam menghimpun potensi zakat, infak, dan sedekah, terutama di lingkungan ASN dan BUMD,” ujar Sunggono di Gedung Serbaguna DPRD Kukar, Selasa (21/10/2025).
Bupati melalui Sekda juga menitipkan tiga pesan penting kepada peserta Rakorda:
1. Melakukan evaluasi capaian Gerakan Infaq Zakat (GIZ) secara komprehensif.
2. Menyamakan persepsi dan strategi pengelolaan zakat.
3. Memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Baznas, UPZ, pemerintah daerah, dan mitra strategis.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap berkomitmen mendukung pengelolaan zakat yang profesional dan akuntabel.
Namun, Sekda mengingatkan bahwa alokasi hibah untuk Baznas berpotensi mengalami penyesuaian tahun depan.
Rakorda ini juga dianggap strategis karena masa kepengurusan Baznas Kukar akan berakhir pada 2026.
Forum ini diharapkan mampu menjadi sarana evaluasi sekaligus menyiapkan arah kebijakan bagi pengurus berikutnya.
“Mari kita pastikan sistem pengelolaan dana zakat di Kutai Kartanegara terus berjalan profesional, akuntabel, dan tepat sasaran,” tutup Sunggono.
Dalam wawancara usai acara, Sekda kembali menegaskan apresiasinya kepada Baznas Kukar atas inisiatif Rakorda ini.
Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk menggali potensi zakat yang belum tergarap optimal serta memperkuat kolaborasi antar-UPZ di seluruh kecamatan.
“Kami berharap UPZ di tiap wilayah mampu memastikan pengumpulan dan pengelolaan zakat berjalan transparan dan profesional, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(ADV/PROKOMKUKAR/Vinsen).

