204 Views

menarakaltim.com, Samarinda — Polresta Samarinda bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Samarinda menggelar Night Race Drag Bike 2025 pada Minggu (16/3/2025) di Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu.

Acara ini berlangsung dari pukul 23.00 WITA hingga 03.00 WITA, dengan tujuan memberikan wadah bagi para penggemar balap motor untuk menyalurkan bakatnya secara legal dan aman.

Kasatlantas Polresta Samarinda, AKP La Ode Prasetyo, menegaskan bahwa ajang balap resmi ini merupakan bagian dari strategi kepolisian untuk menekan angka balapan liar yang selama ini sering terjadi di Kota Samarinda.

Kasatlantas Polresta Samarinda, AKP La Ode Prasetyo

“Kami melihat fenomena balapan liar ini sudah berlangsung lama dan menjadi kekhawatiran banyak pihak. Tidak sedikit kecelakaan terjadi karena aksi ugal-ugalan di jalan. Dengan adanya event resmi seperti ini, kami ingin memberikan solusi yang lebih baik. Daripada mereka balapan di jalan umum tanpa aturan dan tanpa pengawasan, lebih baik mereka berlaga di lintasan resmi yang sudah disiapkan dengan standar keamanan yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, balapan liar tidak hanya membahayakan pelakunya sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.

Oleh karena itu, Polresta Samarinda berinisiatif menciptakan wadah resmi dan aman bagi para pembalap, dengan harapan mereka tidak lagi melakukan aksi balap liar yang dapat berisiko tinggi.

“Kami tidak ingin hanya menindak dan memberikan sanksi. Kami ingin memberikan solusi yang lebih baik. Setelah event ini, kami berharap tidak ada lagi yang melakukan balap liar di jalanan umum. Para peserta sudah kami fasilitasi, jadi mari manfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, Polresta Samarinda juga akan terus mengawasi titik-titik yang sering dijadikan lokasi balapan liar, terutama setelah event ini selesai.

“Kami akan terus memantau lokasi-lokasi rawan balap liar. Jika masih ada yang nekat, tentu kami akan mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku. Tapi kami harap dengan adanya event ini, mereka bisa sadar dan memilih jalur yang lebih baik,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya ini dengan tidak memberikan ruang bagi balapan liar.

Ia meminta orang tua, komunitas, serta pemilik bengkel modifikasi untuk ikut berperan dalam mengarahkan para pemuda agar menyalurkan bakatnya di tempat yang lebih aman dan legal.

“Balapan motor itu tidak salah, asal dilakukan di tempat yang benar. Kita semua punya peran dalam mendidik anak-anak muda ini. Kalau mereka sudah diberi fasilitas resmi, tugas kita bersama adalah mengawasi dan mengarahkan mereka agar tidak kembali ke jalanan liar. Mari kita jadikan Samarinda sebagai kota yang lebih tertib dan aman bagi semua pengguna jalan,” pungkasnya.

Meski sempat diguyur hujan, ribuan warga tetap antusias menyaksikan para pembalap adu kecepatan di lintasan sepanjang 201 meter yang telah disiapkan.

Menurut panitia, event ini dibatasi hanya untuk 250 peserta, dengan mayoritas berasal dari Samarinda.

Ketua IMI Samarinda, Syahril Sarapping, menilai event ini memiliki dampak positif dalam mengurangi angka balapan liar dan memberikan kesempatan bagi para pembalap untuk menunjukkan kemampuannya di ajang resmi.

Ketua IMI Samarinda, Syahril Sarapping

“Event ini sangat positif untuk mengurangi balapan liar. Selain itu, ajang ini juga bisa menjadi sarana pencarian bakat bagi pembalap muda yang ingin meniti karier di dunia balap profesional,” ujar Syahril.

Untuk memastikan keselamatan para pembalap, panitia menerapkan standar keselamatan ketat sesuai dengan regulasi Ikatan Motor Indonesia (IMI). Setiap pembalap diwajibkan mengenakan: helm full face, jaket pelindung, sepatu di atas mata kaki dan tangan balap

Selain itu, kendaraan yang digunakan juga harus sesuai dengan spesifikasi kelas yang telah ditentukan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan balapan tetap adil dan tidak membahayakan para peserta.

“Kami tetap mengedepankan faktor keselamatan. Semua peserta harus mengenakan perlengkapan standar IMI sebelum turun ke lintasan,” tegas Syahril.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Night Race Drag Bike, muncul wacana untuk menggelar ajang road race yang lebih menantang.

Namun, Syahril menegaskan bahwa road race memiliki regulasi yang berbeda dan memerlukan persiapan lebih matang.

“Drag race adalah balapan lintasan lurus yang lebih mudah dikontrol. Sedangkan road race membutuhkan sirkuit yang sesuai dengan standar keamanan. Jika nantinya ada rencana road race, tentu perlu persiapan yang lebih matang,” jelasnya.

Bagi yang belum sempat ikut serta dalam putaran pertama, Polresta Samarinda dan IMI Samarinda telah menjadwalkan putaran kedua Night Race Drag Bike Kapolresta Cup 2025 pada Jumat, 21 Maret 2025.

“Kami harap event ini bisa terus berjalan dan menjadi agenda rutin. Selama para pembalap bisa mematuhi aturan dan tidak lagi balapan liar di jalan, kami siap mendukung mereka,” tutup AKP La Ode Prasetyo. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *