Screenshot
249 Views

menarakaltim.com, BALIKPAPAN — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi (rakor) pada 22–23 Agustus 2025 di Balikpapan.

Kegiatan ini menjadi agenda perdana setelah terbentuknya kepengurusan baru hasil konferensi tingkat provinsi dan kabupaten/kota beberapa waktu lalu.

Kepnegurusan baru tersebut terdiri dari Ketua PGRI provinsi Kalimantan Timur Prof Dr. Yonathan Palinggi SE MM, kemudian Wakil Ketua 4 orang yakni, Dr. Sitti Aminah, M.Si, Suhardi s.pd., M.Pd dan Dr. H. Suriansyah M PD dan H. Irianto, M.Pd serta sekretaris Sunaryo M.Pd., serta bendahara yakni, Maria Ulfa M.Pd dan beberapa koordinator bidang.

Rakor mengusung tema “Bersinergi Mewujudkan Peran PGRI dalam Membangun Guru Berperadaban” dan diikuti 54 peserta.

Terdiri dari 19 pengurus provinsi dan 35 perwakilan dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, masing-masing dihadiri ketua, sekretaris, bendahara, dan bidang organisasi. Hanya Kabupaten Mahakam Ulu yang diwakili satu orang dan Berau dua orang, sementara daerah lain hadir lengkap.

Foto: Ketua PGRI Kaltim, Prof Dr. Yonathan Palinggi SE MM, (ditengah) dan didampingi wakil ketua PGRI Kaltim, Dr. Sitti Aminah,M.Si (kiri) dan H. Irianto S.Pd ,M.Si (kanan)

Ketua PGRI Kaltim, Prof. Dr. Yonathan Palinggi SE MM, menegaskan bahwa pelaksanaan rakor ini merupakan amanat organisasi pasca-kongres PGRI di tingkat pusat.

“Ya, jadi pelaksanaan rakor di Balikpapan, PGRI Kalimantan Timur ini yang pertama setelah dilaksanakan konferensi. Dan itu secara menyeluruh mulai dari pusat sampai ke provinsi dan kabupaten. Ini amanat dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” jelasnya.

Ia menuturkan, rakor menjadi forum penting untuk menyatukan visi pimpinan PGRI di semua tingkatan, baik dalam menyusun agenda strategis maupun memperkuat sinergi dengan pemerintah.

“Rakor ini adalah rapat koordinasi antara pimpinan dalam rangka membicarakan beberapa hal program strategis dari PGRI ke depannya,” lanjut Yonathan.

Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) PGRI tingkat provinsi yang rencananya digelar di Balikpapan pada September atau November 2025. Setelah itu, Porseni tingkat nasional akan berlangsung di Bandung.

“Hasil rakor ini kita harapkan kepada seluruh kabupaten kota yang ada khususnya di Provinsi Kalimantan Timur supaya bisa melakukan kemitraan dengan pemerintah daerah dalam upaya untuk bersama-sama berjalan untuk memanjukan pendidikan yang ada di Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur,” kata Yonathan.

Selain Porseni, rakor juga membahas program peningkatan kualitas dan kompetensi guru, termasuk langkah-langkah memperkuat peran PGRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memajukan pendidikan di daerah.

Yonathan mengungkapkan, kepengurusan PGRI Kaltim periode ini baru berjalan beberapa bulan setelah konferensi Desember 2024. Sejumlah konsolidasi sudah dilakukan, termasuk pembentukan pengurus di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

“Kalau ditanya apa yang sudah dilakukan PGRI Provinsi Kalimantan Timur, yang jelas pertama sesuai dengan amanat anggaran rumah tangga, organisasi yang pertama kita laksanakan adalah melakukan konsolidasi ke seluruh kabupaten kota,” ujarnya.

Di akhir, Yonathan berharap PGRI dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu sumber daya manusia di Kaltim.

“Kita berharap ke depan nanti organisasi PGRI benar-benar menjadi suatu organisasi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan SDM yang ada di Kalimantan,” tutupnya. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *