601 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Untuk mencapai target sasaran 10 ribu pelanggang air bersih PDAM di seluruh wilayah Kota Samarinda, PDAM kembali membuka layanan pemasangan baru di mulai tanggal 4 November 2021, untuk 10 Kecatam di Kota Samarinda.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi II DPRD kota Samarinda Novi Marinda Putri saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (3/11/2021).

“PDAM mulai buka pemasangan baru untuk target 10 ribu pelanggan baru se-kota Samarinda. maka dibuka pemasangan baru, hal itu dilakukan karena sejak 2 tahun terakhir kita tidak membuka pemasangan.” katanya.

Pemasangan sambungan baru 10 ribu untuk pelanggan baru ini akan dilakukan secara bertahap. Utamanya kata Novi sapaan akrabnya, pada mereka yang sejak jauh hari melakukan pendaftaran pemasangan baru atau yang masuk dalam daftar waiting list.

“10 ribu pelanggan ini secara bertahap. Semua daerah ada penambahan, diutamakan masyarakat yang waiting list. Tapi tergantung pipa sekundernya, itu menyesuaikan lagi,” sebutnya.

Ditanya mengenai biaya pemasangan baru PDAM tersebut, dikatakan Novi, bahwa hal itu adalah kewenangan dari pihak PDAM Samarinda.

“Biaya pemasangan itu kan teknis, yang berurusan langsung dari PDAM sendiri,” lanjutnya.

Masih kata dia, Samarinda adalah kota yang berlimpah bahan baku pengolahan air bersih. Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kaltim.

Namun dirinya mengingatkan bahwa, PDAM akan melakukan proses pengolahan sebelum air bersih tersebut disalurkan kepada masyarakat.

“Untuk pengelolaan harus melewati proses, itu terkadang sampai ke masyarakat masih kurang. Untuk itu, kita ada pembangunan di Cendana. Bahkan nantinya air itu bisa langsung di minum. Saat ini masih terus berproses, untuk itu PDAM telah bekerja sama dengan pihak ketiga,” katanya.

Disinggung mengenai minimnya sosialisasi oleh PDAM Samarinda terkait pemasangan baru, dikatakan Novi, hal itu karena pihak PDAM ingin fokus pada masyarakat yang telah masuk dalam waiting list.

“Masyarakat yang masuk dalam waiting list itu ada sekitar 10 ribuan memang, jadi mereka fokus itu. Tapi nantinya juga akan diberikan untuk masyarakat lain, namun bertahap,” tutupnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *