235 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Zhalsabillah Nur Febriyanti Efendi, siswa kelas 12 SMK Medika Samarinda, berhasil menorehkan prestasi membanggakan.

Ia menjadi satu-satunya siswa dari sekolahnya yang lolos program magang ke Jepang untuk bidang perawatan lansia melalui kerja sama dengan PT Nagomi.

Kesempatan ini tak datang begitu saja. Zhalsabillah mengaku sejak awal memang tertarik untuk menimba pengalaman di luar negeri.

“Saya itu tertarik buat luar negeri juga, ada keinginan luar negeri,” ungkapnya.

Restu keluarga pun menjadi modal penting sebelum berangkat. “Alhamdulillah sudah malah mendukung mereka,” katanya singkat.

Bagi Zhalsabillah, perjuangan untuk lolos magang ini tidak mudah. Seleksi ketat meliputi tes kesehatan, akademik, hingga wawancara harus dilalui. Karena itu, ia memberi pesan khusus bagi teman-teman sekolahnya.

“Kalau mau, berusaha. Jangan kayak mau tapi tidak berusaha sama sekali. Jadi tidak ada hasilnya sama sekali,” tegasnya.

Meski persiapannya cukup berat, terutama terkait bahasa dan budaya, ia tetap semangat.

“Wajibkan itu mau ngapain aja, budaya-budayanya sudah kenal dulu, saya baru mau belajar budaya-budayanya,” ucapnya.

Soal bahasa, ia mengaku masih tahap belajar. “Belum, kalau bahasa Jepang saya masih belajar bahasa. Baru-baru setengah ini,” tambahnya.

Zhalsabillah berharap pengalaman ini tidak hanya membawa manfaat bagi dirinya, tapi juga menginspirasi siswa lain di SMK Medika untuk berani mencoba hal serupa.

“Kita semangat terus, jangan pantang menyerah mau maju, mencoba. Kalau mau ke titik itu, berusaha sebaik mungkin biar sampai kejayaan, intinya belajar lebih dekat aja, biar dapat hasil yang lumas,” tuturnya.

Program magang ini dijadwalkan dimulai dengan pelatihan tiga hingga lima bulan di Cikarang, sebelum akhirnya ia benar-benar berangkat ke Jepang. (RN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *