menarakaltim.com, SAMARINDA – Antusiasme warga Samarinda memuncak saat gelaran peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-102 digelar di halaman GOR Segiri, Minggu pagi.
Jalan sehat, bazar UMKM, hingga partisipasi lintas elemen masyarakat menjadikan momentum ini lebih dari sekadar acara seremonial, ia menjelma menjadi pernyataan kolektif tentang semangat kebersamaan dan pemberdayaan ekonomi berbasis umat.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya PCNU dalam menyusun acara yang tak hanya menyentuh sisi spiritual, tetapi juga memberi ruang besar bagi pemberdayaan sosial dan ekonomi warga.
“Lebih dari peringatan organisasi, ini adalah panggilan untuk membangun kembali kesadaran kolektif tentang pentingnya bergerak bersama. NU hari ini tampil sebagai penggerak solidaritas dan ekonomi rakyat,” ujar Helmi, Minggu (18/5/2025).
Ia mencatat, pelibatan masyarakat dalam skala kota menunjukkan meningkatnya inklusivitas dan jangkauan NU dalam membangun interaksi sosial yang kuat.
Hal ini, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk memperkuat jaringan gotong royong di tengah tantangan zaman.
Meski telah aktif di dunia politik selama lebih dari satu dekade, Helmi tak menampik bahwa NU merupakan ruang awal tempat ia menempa nilai-nilai kepemimpinan dan komitmen sosial.
“Saya tumbuh bersama semangat NU, nilai-nilai itu saya bawa hingga sekarang,” tuturnya.
Dalam pandangannya, kekuatan NU tidak hanya pada sisi keagamaan, tetapi juga pada potensi ekonominya.
Ia menyoroti peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi bangsa, yang menurut data menyumbang sekitar 57 persen terhadap PDB nasional.
Namun ia menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan agar pelaku UMKM tidak sekadar hidup musiman.
“Bukan cuma soal banyaknya pelaku usaha, tapi bagaimana mereka bisa bertahan dan berkembang. Ini PR besar kita semua,” katanya.
Helmi mendorong LPNU dan seluruh lembaga ekonomi di bawah NU untuk hadir secara konkret dalam mendampingi para pelaku usaha mikro.
Dukungan manajerial, pengelolaan finansial, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang tahan banting.
Tak hanya aspek ekonomi, Helmi juga mengingatkan pentingnya peran sosial warga NU dalam menjawab situasi-situasi darurat, terutama bencana akibat perubahan iklim yang semakin sering terjadi.
Ia menyebut bahwa keterlibatan dalam bentuk kehadiran dan kepedulian adalah kontribusi nyata yang sangat dibutuhkan.
Pada kesempatan yang sama, Helmi mengapresiasi peluncuran Koperasi NU Mart yang baru saja dibentuk di bawah koordinasi LPNU Samarinda.
Ia menilai koperasi tersebut dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi NU, sekaligus tempat berkumpulnya pelaku UMKM binaan dalam sistem yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Koperasi itu sendiri resmi berdiri pada 10 Mei 2025 bertepatan dengan pelantikan pengurus baru PCNU Kota Samarinda.
Melalui rangkaian kegiatan Harlah ini, Helmi berharap NU terus memperkuat perannya sebagai pilar yang mampu menjembatani kebutuhan rohani, sosial, dan ekonomi masyarakat Samarinda.
“Ini momentum yang strategis. Semangatnya bukan hanya perayaan, tapi ajakan untuk menata ulang arah gerak kita sebagai masyarakat yang religius, mandiri, dan saling peduli,” pungkasnya. (ADV/DPRDSMD/RN)

