Menarakaltim.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memastikan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kaltim tanpa terkecuali.
Ia menyatakan bahwa program beasiswa Kaltim Tuntas yang sebelumnya diusung oleh Gubernur Isran Noor tidak lagi menjadi fokus utama, karena pemerintah akan menanggung biaya pendidikan secara langsung.
“Sudah, kita tidak ada beasiswa lagi. Insya Allah anak-anak kita semuanya bisa sekolah, ditanggung oleh pemerintah provinsi,” ujar Rudy Mas’ud, Jum’at (7/3/2025).
Ia menegaskan bahwa anggaran akan dialokasikan secara optimal untuk memastikan program ini berjalan dengan baik, termasuk melalui efisiensi anggaran di sektor lain.
“Pangkas yang lain-lain supaya anak-anak kita bisa sekolah,” tambahnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. Gubernur menyatakan bahwa pemerintah akan memastikan masyarakat, terutama yang kurang mampu, mendapatkan jaminan kesehatan melalui BPJS yang ditanggung oleh pemerintah.
“Insya Allah BPJS kita cukup. Nanti masyarakat yang tidak mampu akan kita utamakan,” tegasnya.
Rudy Mas’ud juga menjelaskan bahwa anggaran untuk pendidikan minimal 20 persen, sedangkan kesehatan mendapat alokasi minimal 10 persen. Jika diperlukan, angka ini bisa didiskusikan lebih lanjut sesuai kebutuhan daerah.
Sementara itu, terkait kebijakan reformasi birokrasi, ia menyebutkan bahwa sistem rotasi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih dalam tahap pembahasan dan akan disesuaikan dengan kondisi di Kalimantan Timur.
“Kita laksanakan di Kalimantan. Sementara kita godok ya, kapan bisa dilaksanakan paling beda,” tutupnya.
Dengan kebijakan ini, diharapkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan di Kalimantan Timur dapat meningkat dan lebih merata bagi seluruh masyarakat.

