227 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Karang Asam Ilir, Samarinda, pada Sabtu (5/4/2025). Sidak ini dilakukan sebagai respon terhadap keluhan masyarakat yang semakin meningkat mengenai kualitas bahan bakar yang diduga menjadi penyebab kerusakan kendaraan bermotor.

Rudy menjelaskan bahwa dirinya telah menerima banyak laporan, baik langsung dari masyarakat maupun berdasarkan hasil pengamatan di bengkel-bengkel. Sebagian besar keluhan berkaitan dengan kerusakan pada filter tangki kendaraan yang sering kali disebut sebagai “berebet” atau tidak berfungsi dengan baik setelah pengisian bahan bakar.

“Keluhan ini umumnya terkait dengan filter yang rusak, karena dalam bahasa bengkel sering disebut ‘berebet’. Sebenarnya, yang mengalami kerusakan adalah tangki dengan filter tersebut,” ungkap Rudy saat diwawancarai.

Dalam sidak tersebut, Gubernur Rudy memeriksa kondisi dua tangki penyimpanan bahan bakar di SPBU, yakni Pertamax dan Pertalite. Ia juga mengambil sampel dari kedua tangki tersebut untuk diuji kualitasnya.

“Setelah dicek, alhamdulillah tidak ada indikasi kontaminasi, baik itu air maupun benda asing lainnya. Nilai kualitas bahan bakar pun masih dalam batas normal, yaitu antara 0,7 hingga 0,75,” terang Rudy.

Namun demikian, Rudy mengingatkan masyarakat untuk tidak buru-buru menyalahkan kualitas bahan bakar sebagai satu-satunya penyebab kerusakan pada kendaraan. Ia menjelaskan bahwa kerusakan bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain, seperti kurangnya perawatan berkala, kondisi komponen kendaraan yang sudah tua, dan bahkan dampak banjir yang sempat melanda pada bulan Syawal lalu.

“Beberapa waktu lalu, air sungai sempat meluap dan merendam kendaraan. Ini bisa saja menjadi penyebab kerusakan pada mesin, bukan hanya karena bahan bakar,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Kaltim, melalui situs resmi, kini membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang ingin melaporkan masalah serupa. Selain itu, dalam waktu dekat, pemerintah juga akan meluncurkan aplikasi digital “Sakti” sebagai platform pelaporan terpadu bagi masyarakat.

Terkait laporan kerusakan mesin serupa yang terjadi di SPBU lainnya, seperti yang ada di Jalan Slamet Riyadi, Rudy menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan secara acak di berbagai SPBU yang ada di Samarinda dan wilayah lainnya. Ia juga mendukung langkah Pemerintah Kota Samarinda untuk menertibkan SPBU sesuai dengan prosedur dan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Kami akan terus melakukan pengecekan. Yang penting, semua harus mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan,” tutup Rudy. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *