392 Views

Menarakaltim.com, Samarinda – Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Kalimantan Timur menggelar tiga agenda penting dalam musyawarah periode 2022-2027. Acara yang berlangsung sejak kemarin ini mencakup Musyawarah Wilayah, peresmian Balai Lansia, dan wisuda Senior School yang dikelola oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Siti Walidah.

Ketua PW Aisyiyah Kaltim, Nurhayati Tappa, menyampaikan bahwa peresmian Balai Lansia menjadi momentum bersejarah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan lansia. Gedung ini didanai oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2024 dan diresmikan oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah bersama perwakilan Pj Gubernur Kaltim.

Peresmian gedung Balai Lansia

“Balai Lansia ini akan menjadi pusat pelayanan lansia dengan berbagai program, seperti Senior School, Pesantren Lansia, dan Penitipan Lansia. Program ini terbuka untuk semua masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama maupun organisasi,” ujar Nurhayati.

Senior School menjadi salah satu program unggulan, dengan 20 peserta yang diwisuda tahun ini. Program ini bertujuan memberikan pembinaan kepada lansia dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, pendidikan, keagamaan, dan hukum. Selain itu, rencana pengembangan Pesantren Lansia juga tengah digagas, serta layanan penitipan lansia bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

Prosesi Wisuda Senior School oleh Aisyiyah tahun 2025

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengapresiasi langkah Aisyiyah Kaltim dalam mewujudkan program bagi lansia. Ia menekankan bahwa jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, dengan proyeksi mencapai 20% dari total penduduk pada 2045.

“Kita harus mempersiapkan lansia agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya. Lansia juga harus memiliki kesiapan mental dan spiritual agar mencapai khusnul khatimah,” kata Salmah.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kaltim, Siswanto, menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah dalam membangun Balai Lansia ini. Ia berharap gedung ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan dakwah bagi lansia.

Perwakilan Pemprov Kaltim, Dasmiah Boro, menyatakan bahwa peresmian ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap lansia.

“Salah satu tantangan terbesar bagi lansia adalah kesepian. Dengan adanya Senior School, mereka bisa memiliki komunitas, teman, dan kegiatan yang membuat mereka lebih bahagia dan sehat,” ujarnya.

Dengan adanya Balai Lansia ini, Aisyiyah Kaltim diharapkan dapat terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan lansia di Kalimantan Timur, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun program inklusif untuk kelompok usia lanjut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *