Menarakaltim.com, Samarinda – Keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah menjadi perhatian utama Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi siswa agar mereka dapat belajar dengan optimal dan berkembang menjadi generasi unggul bagi bangsa.
Namun, insiden pelecehan yang baru-baru ini terjadi di salah satu sekolah di Samarinda mencoreng dunia pendidikan. Kasus yang melibatkan seorang guru sebagai pelaku ini mengejutkan masyarakat dan merusak citra institusi pendidikan, meskipun dilakukan oleh oknum tertentu.
“Seorang guru seharusnya menjadi teladan bagi murid-muridnya, bukan justru menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya,” ujar Sani, Minggu (23/3/2025).
Ia menegaskan bahwa tindakan semacam ini tidak boleh dibiarkan dan harus ditindak tegas. Selain mencoreng nama baik sekolah, perbuatan tersebut juga dapat meninggalkan trauma mendalam bagi korban.
Oleh karena itu, ia mendorong peningkatan pengawasan dengan melibatkan komite sekolah dan orang tua agar tercipta lingkungan belajar yang lebih aman.
Sebagai kader PKS, Sani menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini agar proses hukum berjalan adil dan tidak ada pihak yang dirugikan. Jika terbukti bersalah, pelaku harus dijatuhi hukuman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Jangan sampai siswa merasa takut datang ke sekolah karena adanya ancaman seperti ini. Lingkungan pendidikan harus benar-benar bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan,” tegasnya. (*)

