menarakaltim.com, Samarinda – Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyambut baik rencana Polresta Samarinda untuk menggelar balapan malam resmi sebagai upaya mengurangi maraknya balap liar, khususnya selama bulan Ramadan.
Samri menilai bahwa aksi balap liar yang kerap terjadi bukan sekadar persoalan ketertiban, tetapi juga menunjukkan kurangnya fasilitas bagi anak muda yang memiliki minat di bidang otomotif.
“Banyak anak muda kita yang sebenarnya punya potensi di dunia balap, tetapi mereka tidak memiliki tempat untuk menyalurkan hobi tersebut,” ujarnya, Minggu (9/3/2025).
Ia mengungkapkan bahwa selama ini balap liar menjadi masalah karena dilakukan di jalan umum, sehingga tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Karena itu, Samri menilai bahwa menyediakan tempat khusus untuk balapan resmi jauh lebih efektif dibandingkan sekadar melakukan razia atau tindakan penertiban lainnya.
“Sebenarnya, balap liar tidak perlu selalu kita kejar-kejar. Yang menjadi persoalan adalah mereka tidak memiliki tempat yang layak, sehingga akhirnya menggunakan jalan umum,” ungkapnya.
Ia pun mendukung penuh inisiatif Polresta Samarinda yang berencana menggelar balapan resmi agar kegiatan tersebut lebih terorganisir dan aman.
“Saya setuju dengan langkah Kapolres untuk membuat event balap ini menjadi resmi. Dengan cara ini, bakat dan hobi anak-anak muda bisa tersalurkan dengan lebih baik, tanpa mengganggu ketertiban dan keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai informasi, Polresta Samarinda bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Samarinda tengah merancang ajang night race atau balapan malam resmi yang dijadwalkan berlangsung selama Ramadan 2025.
Samri berharap, program ini bisa menjadi titik awal bagi pemerintah daerah untuk lebih serius dalam menyediakan fasilitas bagi komunitas otomotif.
“Kita harus mendukung penuh langkah ini. Semoga menjadi wadah yang positif bagi anak-anak muda kita,” pungkasnya. (ADV/DPRDSMD/RN)

