menarakaltim.com, Samarinda – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Syahariah Mas’ud, menyatakan dukungannya terhadap program-program yang dicanangkan oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.
Menurutnya, kebijakan yang diusung, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Kaltim.
“Saya sangat mengapresiasi program-program yang diajukan Pak Gubernur untuk Kalimantan Timur. Salah satunya adalah program ‘Gratispol’ yang bertujuan memberikan pendidikan gratis bagi seluruh masyarakat, tanpa memandang latar belakang ekonomi,” ujarnya, Senin (3/3/2025).

Ia menegaskan bahwa konsep ‘Gratispol’ berbeda dengan beasiswa. Jika beasiswa diberikan berdasarkan seleksi dan kuota tertentu, program ini justru menjamin bahwa siapa pun yang ingin bersekolah akan mendapatkan akses pendidikan secara gratis.
“Tidak ada lagi kekhawatiran orang tua tentang biaya pendidikan. Semua anak, baik yang pintar, cerdas, atau setengah cerdas, punya hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.
Selain pendidikan, Syahariah juga menyoroti kebijakan di sektor kesehatan yang diinstruksikan Gubernur kepada rumah sakit di Kaltim.
Ia menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus jelas dan memastikan pasien yang keluar dari rumah sakit dalam keadaan benar-benar sehat.
“Pak Gubernur bilang, kalau ada orang sakit masuk rumah sakit, maka dia harus keluar dalam keadaan sehat. Tidak boleh setengah sehat,” katanya menirukan arahan Gubernur.
Lebih lanjut, Syahariah juga menyampaikan peran aktif istri Gubernur, Saripa Rudi Mas’ud, dalam mendukung UMKM.
Salah satu bentuk dukungan adalah bantuan 100 tenda dan meja usaha bagi masyarakat di Penajam Paser Utara (PPU), yang nantinya akan diperluas ke 10 kabupaten/kota lainnya.
Menurutnya, langkah-langkah ini sejalan dengan visi Gubernur yang ingin memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam Kaltim benar-benar dinikmati oleh masyarakatnya.
“Kita punya anggaran besar, lebih besar dari provinsi lain, tetapi angka pengangguran dan kemiskinan masih tinggi. Inilah yang ingin diperbaiki oleh Pak Gubernur melalui program-program gratis, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” ungkapnya.
Ke depan, ia berharap semakin banyak program berbasis kesejahteraan masyarakat yang bisa diimplementasikan, termasuk bagi tenaga medis dan guru yang ingin melanjutkan pendidikan dengan skema ‘Gratispol’. Namun, ada satu syarat: mereka harus kembali dan mengabdi untuk Kalimantan Timur.
“Kita tidak ingin hanya membiayai pendidikan mereka, lalu mereka bekerja di luar daerah. Mereka harus kembali dan membangun Kalimantan Timur,” pungkasnya.

