176 Views

Menarakaltim.com, Samarinda — Minimnya upah yang diterima guru madrasah di Samarinda kembali menjadi perhatian. Hingga kini, gaji mereka masih jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK), sehingga memicu desakan agar kesejahteraan tenaga pendidik ini mendapat perhatian lebih serius.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menilai bahwa peran guru madrasah sangat besar dalam membentuk generasi muda, namun kesejahteraan mereka belum mencerminkan kontribusi tersebut.

Sebagai mantan pendidik, ia memahami tantangan yang mereka hadapi dalam mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Sudah saatnya ada langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan guru. Mereka layak mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” ujar Ismail pada Jumat (14/2/2025).

Salah satu solusi yang diusulkannya adalah memanfaatkan peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu peningkatan kesejahteraan guru madrasah.

Selain itu, ia juga mendorong adanya kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan guna memberikan perlindungan sosial bagi mereka.

“Kami sudah membahas dengan BPJS kemungkinan skema kerja sama yang dapat membantu guru madrasah. Ini bisa menjadi langkah awal dalam memberikan solusi konkret,” tambahnya.

Ismail juga membagikan pengalamannya saat masih menjadi pendidik. Ia pernah berbincang dengan seorang pengelola kantin di sekolahnya yang terkejut saat mengetahui bahwa gaji guru lebih kecil dibandingkan penghasilannya.

“Orang itu terkejut dan bertanya, ‘Jadi gaji saya lebih besar dari Anda?’ Saya hanya bisa tersenyum dan menjawab, ‘Ya, kami hanya unggul di seragam saja,’” kenangnya.

Dengan kondisi ini, Ismail berharap pemerintah serta pihak terkait bisa segera mencari jalan keluar agar kesejahteraan guru madrasah dapat meningkat. Baginya, tenaga pendidik adalah aset penting yang harus dihargai dengan layak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *