menarakaltim.com, TENGGARONG – Lapangan Parkir Stadion Rondong Demang, Kamis malam (30/10/2025), menjadi saksi berakhirnya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 Tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan malam penutupan yang sarat makna, diwarnai lantunan ayat suci yang menggema lembut, serta senyum penuh harapan dari para peserta dan panitia.
Acara penutupan dihadiri oleh Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, beserta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah sekaligus Ketua LPTQ Kukar, para asisten, staf ahli bupati, tokoh agama, hingga pimpinan organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, dan Baznas.
Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menambah khidmat suasana malam penuh keberkahan tersebut.
Bupati Aulia Rahman membuka sambutannya dengan pantun jenaka yang disambut tawa dan tepuk tangan hangat hadirin. Namun tak lama, suasana berubah menjadi penuh renungan ketika ia menyampaikan pesan mendalam tentang makna MTQ.
“Bagi yang menang jangan jumawa, dan yang belum beruntung jangan berkecil hati. MTQ bukan sekadar lomba, tapi ajang pembinaan akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” tutur Bupati dengan nada teduh.
Bupati Aulia juga menegaskan komitmen Pemkab Kutai Kartanegara untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan MTQ di tahun-tahun mendatang, termasuk meninjau kembali besaran hadiah bagi para juara agar lebih layak dan memotivasi.
“Kita ingin para qori dan qoriah mendapat penghargaan setimpal atas usaha keras mereka. Jika bisa, 60–70 persen dana MTQ diarahkan untuk hadiah peserta,” tambahnya, disambut tepuk tangan meriah dari para pelatih dan peserta.
Salah satu hal yang menarik perhatian publik tahun ini adalah konsep penginapan peserta yang ditempatkan di rumah-rumah warga Tenggarong, bukan di hotel.
Hal ini disebut Bupati sebagai bentuk nyata program kerakyatan yang perlu dipertahankan karena menumbuhkan rasa kekeluargaan antara masyarakat dan peserta dari berbagai kecamatan.
Di penghujung acara, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan Perda Gerakan Mengaji yang telah menjadi ciri khas Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Mari kita hidupkan Al-Qur’an di rumah-rumah kita, agar keberkahan selalu menyertai bumi Kutai Kartanegara,” ujarnya menutup sambutan dengan doa dan pantun penutup yang indah.
Suara merdu qori terakhir malam itu menutup MTQ ke-46 dengan nuansa haru dan kebanggaan.
Lampu-lampu Stadion Rondong Demang berkilau menerangi wajah-wajah para peserta yang menanti pengumuman juara, sementara semangat mengaji terus bergema di hati masyarakat Kukar.
“Bunga melati putih berseri, hiasan indah di Nanau Lipan. MTQ malam ini kita akhiri, berjumpa lagi di tahun depan.”(ADV/PROKOMKUKAR/Vinsen).

