menarakaltim.com, SAMARINDA – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 014 Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, akhirnya menempati gedung baru setelah sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan akibat lokasi lama yang terlalu dekat dengan aktivitas pertambangan.
Kepala Sekolah SDN 014 Tanah Merah, Hj. Mudaijah, mengungkapkan bahwa jarak antara bangunan sekolah lama dengan lokasi tambang hanya sekitar dua meter, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa dan tenaga pengajar.
“Sekolah sebelumnya sangat dekat dengan tambang, hanya sekitar dua meter dari dinding bangunan. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak, karena jaraknya terlalu dekat dan itu sangat membahayakan,” kata Hj. Mudaijah, Jum’at (18/4/2025).
Menanggapi kondisi tersebut, pihak sekolah mengajukan pengaduan kepada Dinas Pendidikan Kota Samarinda.
Permohonan tersebut akhirnya direspons dengan baik, sehingga proses relokasi dan pembangunan gedung sekolah baru bisa dilakukan.
“Alhamdulillah pengaduan kami ditanggapi. Sekarang kami sudah menempati gedung baru ini,” tuturnya.
Bangunan sekolah baru tersebut dibangun di atas lahan yang disiapkan oleh seorang tokoh masyarakat, Suharso, yang juga disebut-sebut berperan besar dalam pengadaan fasilitas sekolah yang baru.
Hj. Mudaijah menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian terhadap dunia pendidikan, khususnya di wilayah pinggiran.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Suharso. Gedung sekolah ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan kami merasa ini sangat mewah untuk ukuran sekolah dasar,” ungkapnya.
Gedung baru SDN 014 Tanah Merah mulai dibangun sekitar September 2023, dan rampung dalam waktu satu tahun. Proses perpindahan ke lokasi baru dilakukan secara resmi pada 4 dan 6 Maret 2025.
“Proses pindahnya masih baru, awal Maret ini. Alhamdulillah sambutan orang tua murid juga positif, semua senang dengan kondisi sekolah yang sekarang,” ujarnya.
Mudaijah juga mengenang kondisi sekolah lama yang masih berupa bangunan kayu dan sangat sederhana, tidak layak untuk proses belajar mengajar.
Ia mengaku sempat terkejut ketika pertama kali ditugaskan di SDN 014 dua tahun lalu.
“Saya sendiri sempat kaget ketika pertama kali masuk ke sekolah itu. Sekolahnya masih kayu dan berada di pinggiran kota. Rasanya miris, tapi pelan-pelan kami perbaiki,” katanya.
Dengan keberadaan gedung baru yang lebih layak, Mudaijah berharap proses belajar mengajar akan semakin optimal dan anak-anak bisa mendapatkan hak pendidikan dengan fasilitas yang memadai. (AK)

