menarakaltim.com, TENGGARONG – Rombongan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Timur disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, yang mewakili Bupati dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes. di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Jumat (24/10/2025).
Kunjungan kerja ini menjadi ajang penting bagi kedua daerah untuk saling bertukar wawasan terkait pengelolaan keuangan daerah dan penyertaan modal di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Dalam sambutannya, Sekda Kukar menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran rombongan DPRD Luwu Timur.
Ia menuturkan bahwa kedatangan ini merupakan kehormatan besar, mengingat jarak kedua daerah yang tidak dekat.
Sunggono juga sempat berkelakar tentang mitos air Sungai Mahakam — bahwa siapa pun yang meminumnya akan kembali lagi ke Tenggarong.
“Jadi, kalau ingin kembali ke sini, jangan lupa minum air Mahakam,” ujarnya.
Selain itu, Sekda juga mempromosikan pesona budaya Kutai Kartanegara, terutama pesta adat Erau, yang disebut sebagai warisan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Ia berharap para tamu dapat kembali berkunjung untuk menikmati kemeriahan festival tersebut tahun depan.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Pansus I DPRD Luwu Timur, H.M. Sarkawi, S.Ag., menjelaskan bahwa rombongan datang untuk melakukan studi pembelajaran terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perseroan Terbatas.
Ia menuturkan, pihaknya tengah menyempurnakan Perda penyertaan modal yang pertama kali dibuat pada tahun 2024 dengan nilai investasi awal sebesar Rp10 miliar.
“Tahun ini hingga 2028, total penyertaan modal kami akan mencapai sekitar Rp221 miliar, dengan target keuntungan dividen lebih dari Rp900 miliar,” ujar Sarkawi optimis.
Ia menambahkan, Luwu Timur memiliki sejumlah badan usaha yang membutuhkan dukungan permodalan agar bisa berjalan sesuai prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan daerah.
Pihaknya juga tertarik mempelajari bagaimana Kutai Kartanegara mengelola perusahaan daerah yang sudah berhasil memberikan dividen besar.
Selain berbagi soal kebijakan investasi daerah, kedua pihak juga membahas kemiripan karakteristik wilayah. Baik Luwu Timur maupun Kutai Kartanegara sama-sama bertumpu pada sektor pertambangan sebagai penggerak ekonomi utama.
Dengan kondisi geografis dan potensi industri yang serupa, diharapkan kerja sama strategis antar kedua daerah dapat terjalin untuk mendorong kemajuan bersama.
Sunggono menutup sambutan dengan harapan agar kunjungan ini menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara dua daerah kaya sumber daya tersebut.
“Semoga silaturahmi ini tidak berhenti di sini, melainkan berlanjut menjadi kerja sama nyata demi kesejahteraan masyarakat kita,” tutupnya.(ADV/PROKOMKUKAR/Vinsen).

