Screenshot
276 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Nuansa hangat dan penuh makna terasa dalam pelantikan Andi Deska Pradifa Aulia, istri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua TP Posyandu, Ketua Dekranasda, dan Bunda PAUD Kabupaten Kukar masa bakti 2025–2030, Senin (23/6/2025).

Pelantikan dilakukan langsung oleh Hj Sarifah Suraidah Harum, atau yang akrab disapa Bunda Harum, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur.

Acara berlangsung di Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, dengan kehadiran jajaran penting seperti Gubernur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Sekda Sri Wahyuni, dan Forkopimda Kaltim serta Kukar.

Namun bagi Bunda Harum, pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan jabatan. Lebih dari itu, ini adalah momentum untuk meneguhkan komitmen pengabdian kepada masyarakat, terutama kaum perempuan dan anak-anak yang menjadi fokus utama gerakan PKK.

“Jangan jadikan pelantikan ini hanya sebagai agenda seremonial. Ini adalah amanah mulia, tanggung jawab besar yang menyangkut masa depan masyarakat, khususnya di Kutai Kartanegara,” tegas Bunda Harum dalam sambutannya.

Ia juga mengajak seluruh kader PKK di kabupaten/kota se-Kalimantan Timur untuk bersatu dalam semangat kerja nyata.

Dengan visi dan misi yang sejalan, ia yakin kontribusi TP PKK, Posyandu, Dekranasda, dan Bunda PAUD akan mampu mendorong percepatan terwujudnya generasi emas di Bumi Etam.

“Harus sat set, gerak cepat dan kerja keras. Tidak bisa hanya duduk di balik meja. Kita harus turun langsung, mendatangi rumah-rumah warga, agar benar-benar tahu apa yang mereka butuhkan,” ujar Bunda Harum penuh semangat.

Perempuan yang juga istri Gubernur Kaltim ini menekankan bahwa PKK dan lembaga-lembaga pendampingnya adalah mitra penting bagi pemerintah.

Peran mereka bukan sekadar mendampingi kegiatan seremonial, melainkan garda terdepan dalam pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.

Mulai dari meningkatkan kesehatan keluarga, pendidikan anak usia dini, hingga mendorong ekonomi kreatif melalui kerajinan tangan dan usaha mikro di desa-desa, semua menjadi bagian dari peran strategis yang diemban.

“Kita harus hadir memberikan solusi nyata. Berkoordinasi dengan pemerintah, swasta, dan komunitas masyarakat sipil. Karena hanya dengan kolaborasi, kita bisa menjawab tantangan zaman,” tuturnya.

Dengan pelantikan ini, harapan besar dipikul oleh Andi Deska Pradifa Aulia dan seluruh pengurus yang baru.

Kutai Kartanegara tak hanya dituntut untuk tumbuh secara ekonomi, tapi juga berkembang sebagai daerah yang inklusif, berkeadilan, dan membahagiakan warganya, mulai dari perempuan, anak-anak, hingga lansia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *