menarakaltim.com, SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Nursobah, menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dimna persoalan ini banyak menimbulkan aksi demo dibeberapa wilayah.
Namun, Nursobah jiga menawarkan points yang dapat menahan kenaikan harga BBM. Pertama, menggunakan kesempatan penambahan windfall dari perusahaan yang terkena dampak tak terduga akibat expor.
Kedua, menggunakan restrukturisasi pembiayaan IKN. Artinya beberapa hal yang tidak penting segera dilakukan normalisasi. Ketiga, menghitung ulang anggaran pensiun DPR RI.
“Reduksi struktur gemuk BUMN karena tidak semuanya BUMN itu menguntungkan atau tidak memberikan benefit yang cukup. Selanjutnya, mengurangi belanja infrastruktur, ini merupakan upaya mengurangi beban berat APBN dan perlu dipertimbangkan,” jelasnya, Jum’at (9/9/2022).
Keenam, manfaatkan kenaikan harga batu bara sebagai added value untuk BBM. Sebab harga batu bara mengalami peningkatan, sementara harga BBM dunia saat ini mengalami penurunan.
Ketujuh, fokus dalam penguatan UMKM yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Kedelapan, mengambil kendali harga normal sehingga pemerintah dalam jangka pendeknya adalah melakukan regulasi ulang kepada seluruh bahan pokok.
“Kemudian memberikan jaminan kesehatan murah walupun tidak harus gratis dan jaminan biaya pendidikan murah untuk masyarakat dengan memberikan fasilitas ruang belajar yang dianggap kurang,” tutupnya. (adv)

