292 Views

menarakaltim.com, Samarinda — Desa Budaya Pampang di Samarinda Utara menjadi saksi langkah besar pelestarian budaya lokal pada Kamis (14/11/2024). Dalam pembukaan Turnamen Sumpit, Rudy Mas’ud, calon Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) No. urut 02, memaparkan visinya yang menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan daerah.

“Kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi menjaga identitas dan filosofi hidup masyarakat Kalimantan Timur. Jangan sampai nilai-nilai luhur ini terkikis oleh modernisasi,” ujar Rudy dalam sambutannya.

Turnamen ini, yang diikuti oleh peserta dari 10 kabupaten/kota, menjadi bukti nyata komitmen Rudy dalam mendorong budaya lokal. Kompetisi ini memperebutkan Piala Rudy Mas’ud dan dirancang untuk menjadi tradisi tahunan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita memberikan panggung bagi adat dan tradisi. Dengan cara ini, budaya Dayak dan tradisi sumpit tidak hanya dikenal, tetapi juga dihormati dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tambah Ketua DPD Partai Golkar Kaltim tersebut.

Rudy juga menegaskan rencana besarnya untuk memperluas ruang apresiasi seni dan budaya, mulai dari festival hingga pembinaan.

“Kami akan mendukung penuh dengan fasilitas, operasional, dan pembinaan agar seni budaya kita tetap hidup dan berkembang,” katanya.

Disisi lain, Kepala Adat Desa Budaya Pampang, Esrom Palan, menyambut langkah ini dengan penuh antusias. Ia menyatakan bahwa turnamen seperti ini tidak hanya memupuk semangat kompetisi, tetapi juga mengukuhkan rasa cinta terhadap budaya.

“Semoga semua peserta, baik yang juara maupun tidak, tetap menjaga tradisi ini dengan bangga,” ungkapnya.

Turnamen ini diikuti oleh ratusan peserta, termasuk 95 tunggal putra, 50 tunggal putri, 27 grup beregu putra, dan 13 grup beregu putri.

Puncak acara, termasuk penyerahan hadiah, akan digelar pada 16 November 2024 di Lamin Desa Budaya Pampang.

Di tengah tantangan zaman, Turnamen Sumpit dan inisiatif Rudy Mas’ud membawa harapan baru bagi pelestarian budaya lokal. Tradisi ini tidak lagi sekadar warisan, tetapi menjadi simbol kebanggaan dan kekuatan masyarakat Kaltim dalam menjaga akar budayanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *