menarakaltim.com, TENGGARONG – Para pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hadir di Pendopo Odah Etam, Kamis (13/11/2023).

Mereka berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Peningkatan SDM Pengurus/Pengawas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebuah langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan ekonomi rakyat di tingkat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah mendorong sebanyak 193 desa dan 44 kelurahan untuk mempercepat proses pengisian aplikasi dari Kementerian Dalam Negeri yang berkaitan dengan pendataan lahan koperasi.
“Kami diberikan amanat oleh Pak Sekda untuk segera melengkapi data lahan melalui aplikasi tersebut. Ini menjadi penting karena berkaitan langsung dengan pengelolaan aset koperasi di desa,” ujar Arianto.
Ia menambahkan bahwa beberapa desa memang masih mengalami kendala teknis, seperti lupa kata sandi atau kesulitan akses aplikasi, namun Dinas PMD terus melakukan pendampingan agar proses berjalan lancar.
“Kita pandu bersama agar semua bisa terisi dengan baik. Lahan tiap desa berbeda-beda, ada yang 100 meter persegi, ada juga yang sampai 1000 meter persegi. Karena itu klasifikasinya kita pisahkan dalam aplikasi,” jelasnya.
Arianto juga menegaskan bahwa pemerintah daerah menaruh harapan besar pada pengurus koperasi agar lebih memahami aspek teknis pengelolaan usaha.
Pemerintah pun telah menyiapkan dukungan dana sebesar Rp3 miliar, dengan rincian Rp2,5 miliar untuk pembangunan gerai dan Rp500 juta untuk operasional.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, mengungkapkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kecamatan, seperti Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Tabang, Muara Kaman, dan Kota Bangun.
“Kegiatan ini bertujuan agar para pengurus memahami prinsip kebijakan koperasi, tata kelola, kepemimpinan, kewirausahaan, hingga manajemen bisnis dan keuangan,” ujar Thaufiq.
Dari total 237 koperasi desa dan kelurahan di Kukar, baru tujuh koperasi yang telah beroperasi penuh. Namun, sisanya sudah menyiapkan rencana usaha dan menjalin kemitraan dengan pihak seperti Bulog, Pupuk Indonesia, dan Pertamina.
“Kendala utamanya adalah realisasi kemitraan yang masih dalam proses. Tapi yang penting, arah usahanya sudah jelas,” tambah Thaufiq.
Beberapa koperasi di Kukar bahkan sudah mulai merambah usaha baru seperti sembako, laundry, hingga klinik kecil.
Pemerintah berharap melalui pelatihan ini, para pengurus mampu mengelola koperasi secara profesional dan menjadikannya motor penggerak ekonomi desa.
Dengan semangat “Merah Putih” yang dikibarkan, pelatihan ini bukan hanya ajang belajar, tapi juga tonggak kebangkitan ekonomi berbasis masyarakat menuju kemandirian desa di Kutai Kartanegara.(ADV/PROKOMKUKAR/Vinsen).

