207 Views

Menarakaltim.com, Samarinda — Era digital membawa banyak kemudahan, namun juga menyimpan tantangan besar, terutama dalam dunia pendidikan anak. Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menyoroti urgensi keterlibatan orang tua sebagai garda terdepan dalam membimbing anak di tengah derasnya arus informasi.

Kekhawatiran ini mencuat usai adanya laporan bahwa seorang siswa sekolah dasar di Samarinda tertangkap mengakses konten tidak pantas melalui perangkat digital. Bagi Ismail, insiden ini menggambarkan rapuhnya sistem pendampingan anak di luar ruang kelas.

“Anak-anak kita menghadapi risiko besar jika orang tua tak mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Jangan hanya mengandalkan sekolah. Tugas mendidik itu mulai dari rumah,” tegasnya, Selasa (13/5/2025).

Politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai bahwa pola pendidikan saat ini masih terlalu menitikberatkan pada institusi formal. Padahal, menurutnya, rumah dan lingkungan keluarga memegang peran fundamental yang sering terlupakan.

Ia pun mengusulkan agar pemerintah daerah bersama sektor pendidikan menginisiasi lebih banyak program parenting, seperti pelatihan atau forum diskusi yang fokus pada literasi digital dan pendampingan anak di rumah.

“Kalau hanya sekolah yang dituntut mendidik, sementara orang tua tidak dibekali pemahaman yang setara, hasilnya bisa timpang. Pendidikan karakter harus konsisten di sekolah dan di rumah,” ungkapnya.

Ismail juga menyinggung soal meningkatnya laporan kekerasan di sekolah. Menurutnya, banyak dari kasus ini dipicu oleh kegagalan lingkungan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai sosial dan emosional sejak dini.

Ia menegaskan, membangun generasi muda yang unggul tidak akan tercapai jika hanya dibebankan kepada tenaga pendidik. Keterlibatan aktif orang tua, komunitas, dan pemerintah harus berjalan beriringan.

“Kalau kita serius ingin mencetak generasi emas, maka orang tua harus dilibatkan secara aktif dalam prosesnya. Tidak cukup hanya menuntut dari sekolah. Ini kerja bersama,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *