18 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA – Dr Virdy Kurniawan resmi menjabat Direktur RSIA Aisyiyah Samarinda periode 2026-2030. Ia mendapat tugas besar mengubah rumah sakit yang selama ini fokus melayani ibu dan anak menjadi rumah sakit umum dengan layanan yang lebih luas.

Virdy mengatakan, transformasi tersebut menjadi pekerjaan utama selama masa kepemimpinannya.

Mulai tahun depan, RSIA Aisyiyah ditargetkan tidak lagi hanya melayani pasien ibu dan anak, tetapi juga membuka layanan penyakit dalam dan bedah.

“Tidak ada lagi namanya rumah sakit ibu dan anak, tetapi semuanya menjadi rumah sakit umum di tahun depan. Ini menjadi PR bagi saya mengubah image rumah sakit Aisyiyah menjadi rumah sakit umum,” katanya, Minggu (16/8/2026).

Menurut dia, perubahan tersebut bukan perkara mudah. RSIA Aisyiyah memiliki keterbatasan ruangan dan berada di kawasan dengan kondisi yang cukup padat.

Karena itu, pengembangan layanan harus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi yang ada agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu

“Kita optimalkan agar pelayanan tetap berjalan dan masyarakat terlayani dengan baik. Nanti tidak hanya sekadar melayani ibu dan anak, tetapi ada penyakit dalam dan bedah yang menjadi layanan tambahan,” ujarnya.

Virdy juga menegaskan, transformasi rumah sakit tidak akan menghilangkan karakter RSIA Aisyiyah sebagai rumah sakit Islam.

Rumah sakit tersebut telah berdiri sejak 1967 dan menjadi salah satu rumah sakit Islam pertama yang masih bertahan hingga saat ini.

Identitas tersebut tentu harus terus dipertahankan dan diikuti dengan peningkatan kualitas layanan agar RSIA Aisyiyah tetap menjadi pilihan masyarakat.

“Kita perlu mempertahankan ini selama-lamanya karena punya banyak penggemar sendiri. Nama baiknya harus tetap ada dan warga mempunyai tempat yang layak untuk berobat,” katanya.

Sementara, Direktur Aisyiyah 2022-2026 Achila Satjiwati Dachlan menitipkan keberlanjutan rumah sakit kepada Virdy. Ia berharap direktur baru mampu menghadapi berbagai perubahan regulasi di sektor kesehatan sekaligus menjaga kekompakan internal.

Selama dua periode kepemimpinannya, Achila menyebut RSIA Aisyiyah telah mencatat sejumlah capaian, di antaranya mampu melayani pasien BPJS dan meraih akreditasi paripurna.

“Semoga akreditasi itu bisa selalu dipertahankan, baik dalam pelayanan maupun administrasi rumah sakit,” ujarnya.

Ketua PW Muhammadiyah Kaltim Muhammad Jafron berharap kepemimpinan baru membawa perubahan besar.

Dengan latar belakang dan semangat muda Virdy, RSIA Aisyiyah diharapkan berkembang menjadi rumah sakit rujukan yang dapat melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

“Harapannya menjadi rumah sakit rujukan tidak hanya muslim, tetapi juga nonmuslim. Kemudian pelayan rumah sakit harus prima, bahwa pasien harus dilayani dengan sebaik baiknya secara santun agar pelayanan tetap baik kedepannya,” pungkasnya. (Fika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *