126 Views

menarakaltim.com, TENGGARONG – Sebuah langkah besar dalam pembinaan warga binaan kembali ditorehkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong.

Melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai instansi strategis, Lapas Tenggarong resmi mengawali Program Rehabilitasi Medis dan Ketahanan Pangan yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa ( 14/10/2025).

Kerja sama ini melibatkan banyak pihak, di antaranya Dinas Pertanian dan Peternakan Kutai Kartanegara, Dinas Pemuda dan Olahraga, RSUD AM. Parikesit, Bank BRI Cabang Tenggarong, LBH Masyarakat Kalimantan Timur, PKBM Puspa Wijaya, Yayasan Sekata, Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara, PT STBJ, serta sejumlah psikolog profesional.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono, yang mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah inovatif Lapas Tenggarong.

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kemandirian warga binaan.

“Kita mengapresiasi kebijakan Kepala Lapas II Tenggarong yang mendukung Program Asta Cita Presiden, khususnya di bidang ketahanan pangan. Diharapkan program ini tidak hanya seremonial, tapi benar-benar memberi hasil nyata bagi kemandirian para warga binaan,” tegas Sunggono.

Ia menambahkan, program ini menjadi bentuk nyata bahwa pembinaan di Lapas kini bergerak ke arah yang produktif dan solutif, bukan hanya menitikberatkan pada hukuman, tetapi juga pada pemulihan karakter dan pemberdayaan ekonomi.

Kebijakan yang Berpihak pada Pembinaan Kemandirian

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, Suparman, menjelaskan bahwa langkah ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menegaskan pentingnya pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi warga binaan.

“Program Ketahanan Pangan ini adalah komitmen kami untuk mendukung dua dari tiga belas Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan — yakni memberdayakan warga binaan dan memperkuat potensi mereka dalam menghasilkan produk UMKM,” jelas Suparman.

Ia menambahkan, kegiatan produktif seperti budidaya tanaman pangan, sayuran, hingga pengolahan hasil panen akan terus dikembangkan. Tujuannya adalah agar warga binaan tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi dan siap berkontribusi setelah bebas nanti.

Kolaborasi Lintas Sektor, Sinergi untuk Masa Depan

Bupati Kutai Kartanegara melalui Sekda menilai bahwa kolaborasi ini menempatkan Lapas Tenggarong sebagai poros utama transformasi sistem pemasyarakatan di daerah.

Kolaborasi ini juga terintegrasi dengan RPJMD 2025–2029 dan mendukung 17 Program Pembangunan Daerah yang berorientasi pada gotong royong lintas sektor.

Dinas Pertanian dan Peternakan, misalnya, akan memberikan pelatihan vokasional agribisnis dan peternakan.

Sementara Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara akan berperan dalam transfer teknologi dan pendampingan akademik.

Selain itu, PT STBJ dan para psikolog profesional juga akan mendukung dari sisi konseling, terapi, dan pembinaan mental agar warga binaan mendapatkan pemulihan yang menyeluruh — baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

“Rehabilitasi yang sukses bukan diukur dari kerasnya hukuman, tapi dari kemampuan seseorang untuk kembali menjadi masyarakat yang baik,” ujar Sunggono menegaskan pesan Bupati.

Harapan ke Depan

Melalui program ini, Lapas Kelas IIA Tenggarong diharapkan mampu menjadi model pembinaan modern dan humanis yang menyeimbangkan antara disiplin, keterampilan, dan kemanusiaan.

“Semoga sinergi ini menjadi langkah strategis menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus menjadi wujud nyata pembinaan berorientasi perubahan positif,” pungkas Suparman.

Program ini bukan hanya soal pembinaan di balik tembok Lapas, tetapi juga membangun kembali jati diri manusia, agar warga binaan dapat menjadi pribadi yang lebih kuat, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat ketika kembali ke kehidupan sosialnya.(ADV/PROKOMKUKAR/Vinsen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *