menarakaltim.com, SAMARINDA – Lomba Debat Indonesia (LDBI) dan National Schools Debating Championship (NSDC) 2025 tingkat Provinsi Kalimantan Timur resmi dibuka di Samarinda pada Jum’at (29/8/2025).

Ajang tahunan ini mempertemukan para juara debat dari seluruh kabupaten kota di Kaltim untuk memperebutkan tiket menuju tingkat nasional.

Koordinator pelaksana, Dr. Sitti Aminah, M.Si, menjelaskan bahwa kompetisi ini memadukan dua kategori, yakni debat Bahasa Indonesia melalui LDBI dan debat Bahasa Inggris melalui NSDC.
Kedua lomba ini merupakan program berjenjang dari Kemendikbudristek yang dimulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Para peserta yang hadir adalah juara pertama dari masing-masing daerah. Setiap tim beranggotakan tiga orang, baik untuk LDBI maupun NSDC.

Menariknya, tim ini tidak selalu berasal dari satu sekolah yang sama karena penentuan di tingkat provinsi didasarkan pada kualitas pembicara terbaik, bukan hanya juara tim.
“Bisa saja dia juara dua atau juara tiga, tapi bisa muncul sebagai best speaker dan bergabung dengan best speaker lainnya untuk membentuk tim ke tingkat nasional,” ujar Sitti.
Ia juga menekankan bahwa tujuan lomba ini tidak hanya mengejar prestasi, melainkan juga melatih wawasan, kemampuan berpikir kritis, serta etika berkomunikasi.
Menurutnya, debat harus dijalankan dengan cara yang santun, logis, dan tetap menghargai lawan bicara.
Prestasi Kaltim sendiri cukup gemilang. Tahun 2023 provinsi ini meraih juara nasional LDBI dan semifinalis NSDC, sementara pada 2024 posisinya berbalik dengan NSDC meraih juara nasional dan LDBI semifinalis. Sitti optimis tahun ini Kaltim mampu membawa pulang dua gelar juara sekaligus.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kaltim, Ir. Rahmad Ramadhan, mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi sportivitas serta memanfaatkan pengalaman untuk tampil maksimal.
Ia berharap lomba ini bisa menjadi langkah menuju lahirnya generasi emas Kaltim yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
“Harapan saya tentu anak-anak Kaltim bisa menjadi generasi emas yang benar-benar generasi emas. Sehat jasmani, rohani, cara berpikirnya, dan berkebudayaan,” tambah Rahmad.
Sebagai bentuk dukungan pendidikan, pemenang lomba sadar hukum yang menjadi bagian dari rangkaian ini akan mendapat tiket kuliah gratis di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman.

Sementara itu, Cedrick Nathanael Kansil, juara nasional LDBI 2023 yang kini menjadi juri, berbagi pengalaman tentang proses latihan intensif dan sparring antardaerah sebelum berhasil membawa Kaltim meraih gelar juara nasional.
Ia memotivasi peserta agar berani bermimpi besar dan tidak takut menghadapi tantangan.
“Jangan pernah takut bermimpi, karena kita nggak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Teruslah bermimpi, teruslah raih, jika itu memang keinginan kita, karena Tuhan pasti akan membantu kita jika kita punya niat yang lebih besar,” pesannya. (RN)

