Screenshot
159 Views

menarakaltim.com, TENGGARONG — Peluang kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dan sektor swasta kembali terbuka. Kali ini, perusahaan pelayaran nasional ternama, PT Samudera Indonesia Tbk, menyatakan minatnya terhadap lahan milik Pemkab Kukar yang berlokasi di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-sanga.

Minat tersebut disampaikan secara langsung oleh Direktur PT Samudera Indonesia, Caturyanto, saat melakukan audiensi bersama jajaran manajemen ke Rumah Jabatan Bupati Kukar, Selasa (5/8/2025).

Kunjungan ini sekaligus menjadi forum silaturahmi dan penjajakan awal terhadap potensi kerja sama pemanfaatan aset daerah.

Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan pelabuhan peti kemas di atas lahan seluas 50 hektare milik Pemkab Kukar. Lokasi yang berada di Sanga-sanga dinilai memiliki potensi strategis untuk mendukung aktivitas logistik dan transportasi laut di wilayah Kukar dan sekitarnya.

“Rencana pemanfaatan tanah ini difokuskan untuk pembangunan pelabuhan kontainer. Mereka datang dengan membawa sejumlah pelaku usaha sektor perairan,” kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri usai audiensi.

Saat ini, tahapan rencana tersebut masih berada pada fase awal. PT Samudera Indonesia telah mengajukan izin untuk melakukan survei lapangan guna mengkaji kelayakan dan menyusun konsep pengembangan pelabuhan yang sesuai dengan kondisi geografis dan kebutuhan daerah.

Menurut Bupati Aulia, sejauh ini PT Samudera Indonesia menjadi satu-satunya pihak yang menyatakan minat konkret terhadap aset tersebut.

Namun ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten tetap membuka ruang selebar-lebarnya untuk investor atau mitra lain yang memiliki gagasan sejalan.

“Belum ada MoU yang diteken. Jadi kami masih memberikan kesempatan bagi pihak lain yang ingin menjajaki kerja sama serupa,” tegasnya.

Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Kukar untuk mengoptimalkan aset milik daerah agar dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan dan ekonomi masyarakat, terutama di sektor logistik dan konektivitas antarwilayah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *