191 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Kota Samarinda kembali menjadi panggung perayaan budaya lintas negara lewat Kirab Budaya dalam rangkaian East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025. Gelaran yang berlangsung meriah di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (25/7/2025), menjadi bukti nyata komitmen Kalimantan Timur dalam menjaga warisan budaya sekaligus menjalin diplomasi kebudayaan global.

Langit Samarinda menjadi saksi ketika tarian-tarian tradisional, kostum khas, serta alunan musik dari berbagai penjuru dunia berpadu dalam semangat persatuan.

Festival yang menjadi agenda tahunan ini tak hanya menyuguhkan pesona seni lokal, tetapi juga menghadirkan penampilan memukau dari delegasi negara-negara sahabat, seperti Polandia, Rusia, India, dan Rumania.

Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji, yang hadir bersama sang istri Hj Wahyu Hernaningsih, menaruh harapan besar pada keberlangsungan kegiatan semacam ini.

Baginya, EBIFF bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga ruang penting untuk memperkuat identitas bangsa dan memperkenalkan kekayaan lokal ke panggung internasional.

Pemerintah Provinsi Kaltim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan dan penyelenggaraan EBIFF 2025, khususnya perangkat daerah yang telah bekerja ekstra untuk menyukseskan festival berskala internasional tersebut.

Selain menjadi etalase budaya, acara ini dinilai turut mendorong geliat ekonomi kreatif serta sektor pariwisata daerah.

Semangat kebersamaan dan toleransi sangat terasa dalam kirab tersebut. Delegasi dari Polandia mengaku terkesan dengan sambutan hangat warga lokal.

Sementara rombongan Rusia memuji keramahan dan senyum yang selalu mengiringi setiap langkah mereka selama berada di Kaltim. Wakil dari India dan Rumania pun menyampaikan kekaguman mereka atas antusiasme masyarakat dalam menikmati pertunjukan yang dibawakan masing-masing tim kesenian.

Kirab Budaya yang menjadi bagian pembuka EBIFF 2025 ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni mulai dari tarian tradisional, musik etnik, hingga parade busana khas dari tiap negara dan daerah.

Perpaduan budaya yang tersaji menjadi simbol nyata Bhinneka Tunggal Ika di tengah era globalisasi.

“Kami ingin masyarakat Kaltim merasakan bahwa budaya adalah jembatan yang menyatukan perbedaan. Inilah wajah Kaltim yang terbuka, damai, dan penuh semangat kebersamaan,” ujar Wakil Gubernur Seno Aji menutup sambutannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *