159 Views

Menarakaltim.com, Samarinda —  Permasalahan terbatasnya layanan ambulans di Kota Samarinda kembali menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menilai ketersediaan mobil ambulans, baik di Puskesmas maupun di wilayah Rukun Tetangga (RT), masih jauh dari memadai.

Novan menyampaikan bahwa berdasarkan hasil tinjauan langsung ke lapangan, ia menemukan masih banyak fasilitas kesehatan yang belum dilengkapi armada darurat. Kondisi ini menurutnya berpotensi memperlambat penanganan medis, khususnya pada situasi darurat.

“Beberapa Puskesmas memang sudah memiliki ambulans, tapi jumlahnya belum mencukupi. Padahal permintaan masyarakat terhadap transportasi medis terus bertambah,” ungkap Novan.

Ia menyoroti fakta di lapangan bahwa masyarakat, terutama di daerah padat penduduk atau yang lokasinya jauh dari rumah sakit, sering kesulitan mendapatkan akses layanan ambulans saat dibutuhkan dengan segera.

Sebagai solusi, Novan mendorong agar distribusi armada ambulans dilakukan berdasarkan data kebutuhan aktual di tiap wilayah. Ia mencontohkan, satu unit ambulans dapat digunakan bersama oleh beberapa RT atau bahkan mencakup satu kawasan administratif di bawah tanggung jawab Puskesmas tertentu.

“Distribusinya harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan. Jangan asal alokasi,” tegasnya.

Novan pun berharap Pemerintah Kota Samarinda bisa menjadikan pengadaan ambulans sebagai agenda prioritas dalam penganggaran. Menurutnya, hal ini berkaitan langsung dengan upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang merata dan responsif.

“Ini menyangkut keberpihakan pemerintah pada kebutuhan esensial masyarakat. Ambulans bukan sekadar kendaraan, tapi penyelamat nyawa yang harus selalu siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” tandasnya. (Adv/DPRD Samarinda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *