menarakaltim.com, SAMARINDA — Sorotan kini tertuju pada Nia Karunia, pelajar berusia 14 tahun asal Samarinda yang berhasil mencuri perhatian publik setelah dinyatakan lolos ke panggung utama ajang Dangdut Academy (DA) musim ketujuh di Indosiar.
Keberhasilannya menembus babak nasional ajang bergengsi ini tak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Timur.
Perjalanan Nia menuju panggung nasional dimulai dari audisi yang digelar di Studio 5 Indosiar. Di hadapan juri-juri ternama seperti Dewi Persik, Soimah, dan Selfi Yamma, Nia menyanyikan lagu pilihan dengan penuh penjiwaan.
Penampilannya yang memukau membawanya meraih Golden Ticket—simbol kelolosan ke tahap berikutnya yang akan diselenggarakan di Jakarta.
Di balik pencapaiannya, ada peran besar sang ayah, Fitryadi, yang selalu mendampingi dan menyemangati. Ia menyampaikan rasa syukur atas langkah besar yang diraih putrinya.
“Bukan hanya impian Nia, ini juga impian kami sekeluarga. Kami ingin anak Samarinda bisa menunjukkan kemampuannya di panggung nasional,” ungkapnya, Rabu (28/5/2025).
Kiprah Nia turut mengundang perhatian berbagai kalangan. H. Andi Saharuddin, SH, MH, Ketua Gerakan Aliansi Masyarakat Kaltim (GAMA Kaltim), menyatakan bahwa keberhasilan Nia adalah representasi dari semangat dan potensi besar anak muda Benua Etam di ranah seni.
Ia menegaskan bahwa perjuangan Nia membawa nama Kalimantan Timur harus mendapat dukungan maksimal.
“Ini bukan semata soal kompetisi, tetapi tentang identitas dan martabat daerah,” tegasnya.
Pihak sekolah tempat Nia menempuh pendidikan, SMK Medika Samarinda, juga menyatakan kebanggaan atas prestasi siswinya tersebut.
Para guru menggambarkan Nia sebagai siswa yang gigih, rendah hati, dan pantang menyerah. Dukungan dari sekolah pun terus mengalir seiring langkah Nia menuju tahapan selanjutnya.
DA7 sendiri dikenal sebagai salah satu program pencarian bakat paling bergengsi di Indonesia dengan jumlah pemirsa yang masif. Banyak bintang dangdut nasional lahir dari ajang ini, menjadikannya sebagai gerbang masuk ke industri hiburan Tanah Air.
Ajang tersebut akan resmi digelar mulai 9 Juni 2025, dan Nia akan bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai penjuru nusantara.
Dalam sebuah wawancara singkat, Nia mengungkapkan harapannya. “Saya ingin memberikan yang terbaik, untuk diri sendiri, keluarga, sekolah, dan tentunya untuk Samarinda serta Kalimantan Timur,” ucapnya penuh semangat.
Sistem penilaian DA7 yang mengandalkan suara pemirsa atau voting menjadi alasan pentingnya dukungan publik. Untuk itu, GAMA Kaltim mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Kaltim, untuk ikut memberikan suara dan dukungan moril kepada Nia.
Lebih dari itu, GAMA Kaltim turut mendorong jajaran pemerintah daerah, mulai dari Gubernur dan Wakil Gubernur, hingga kepala dinas pendidikan dan wali kota, agar terlibat aktif memberi dukungan nyata terhadap bakat daerah yang tengah meniti jalan sukses di tingkat nasional.
Perjalanan Nia dari ruang kelas di Samarinda hingga ke panggung megah Indosiar adalah bukti bahwa mimpi anak daerah bisa menjadi kenyataan.
Dengan bakat yang dimiliki dan dukungan penuh dari masyarakat Kalimantan Timur, bukan tidak mungkin Nia akan melangkah lebih jauh dan menjadi bintang baru yang membanggakan Indonesia. (RN)

