187 Views

Menarakaltim.com, Samarinda — Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, resmi menyandang gelar kehormatan adat ‘Bamba Manurung’ dari Kerajaan Balanipa Mandar. Penganugerahan tersebut berlangsung dalam prosesi adat yang khidmat di Ruang Olah Bebaya, Kantor Gubernur Kaltim, pada Minggu malam (4/5/2025).

Undangan penganugerahan secara langsung datang dari Badan Pengurus Cabang Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (BPC-KKMSB). Prosesi sakral ini dipimpin oleh Arajang Balanipa Mandar, Bau Arifin, dan dihadiri tokoh adat, akademisi, tokoh perempuan, serta keluarga besar I Manyambungi Todilaling Arajang Balanipa yang berdomisili di berbagai wilayah Kaltim.

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud didampingi istri Syarifah Nur Fadiah

Dalam sambutannya, Hasanuddin Mas’ud, yang akrab disapa Hamas, mengajak masyarakat Mandar di Kaltim untuk terus menjaga identitas budaya, memperkuat tali persaudaraan, dan menghargai warisan leluhur.

“Filosofi yang terkandung dalam tema ‘Manus siparappe, Malilu sipaingarang, Ra’ba sipakedde’ begitu dalam. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk saling mendukung, mengingatkan, dan menguatkan satu sama lain,” ucap Hamas yang hadir bersama sang istri, Syarifah Nur Fadiah.

Hamas berharap momen ini menjadi tonggak dalam memperkuat moral, kehormatan, dan ikatan kekeluargaan antarwarga Mandar. Ia juga menyuarakan harapannya agar generasi muda Mandar di Kaltim terus tumbuh dalam kecintaan terhadap budaya dan adat istiadatnya.

“Ke depan, saya ingin kita membangun asrama Mandar di Kalimantan Timur. Ini penting agar anak-anak dari Sulawesi Barat punya tempat berkegiatan dan tidak hanya terfokus di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Tak hanya soal budaya, Hamas juga menyoroti potensi kerja sama antara pemerintah Sulawesi Barat dan Kalimantan Timur dalam penyediaan pangan, khususnya beras. Menurutnya, hal ini perlu ditindaklanjuti secara konkret antara perusahaan daerah dan pemerintah provinsi Kaltim.

Sementara itu, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Mandar (KKM), Prof. Masjaya, menyampaikan apresiasi kepada Arajang Balanipa atas penghargaan adat yang diberikan kepada Hamas. Ia menyebut, gelar tersebut bukan sesuatu yang bisa diperoleh dengan mudah.

“Gelar adat ini diberikan melalui pertimbangan yang matang dan proses yang sangat selektif. Tidak semua orang layak menyandangnya,” tegas Masjaya. Ia menambahkan, kehadiran langsung Arajang Balanipa di Kalimantan Timur merupakan kehormatan besar bagi masyarakat Mandar di perantauan. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *