187 Views

menarakaltim.com, SAMARINDA — Anggota DPRD Samarinda, Abdul Rohim, memberikan perhatian serius terhadap masalah kemacetan yang sedang melanda kota Samarinda.

Ia meminta kepada Pemkot Samarinda, agar segera membentuk Tim Investigasi Independen yang terdiri dari berbagai pihak, termasuk profesional, akademisi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan aparat penegak hukum (APH).

Rohim menekankan pentingnya melakukan penyelidikan yang mendalam terhadap permasalahan macetnya kendaraan bermotor yang akhir-akhir ini meresahkan warga Samarinda.

Menurutnya, penyelidikan ini harus mencakup berbagai komponen yang berpotensi menjadi penyebab, seperti masalah pasokan bahan bakar minyak (BBM), kondisi fisik bunker penampungan SPBU, hingga kondisi kendaraan bermotor itu sendiri.

“Investigasi harus dilakukan secara menyeluruh, baik dari segi infrastruktur BBM, fisik bunker SPBU, hingga permasalahan pada kendaraan bermotor yang berpotensi menjadi faktor penyebab macetnya arus lalu lintas. Hal ini juga termasuk memeriksa komponen-komponen lain yang dianggap berhubungan dengan masalah ini,” ujarnya, Minggu (6/4/2025).

Menurut Rohim, langkah ini sangat penting untuk mengungkap fakta yang sesungguhnya di balik simpang siurnya informasi yang beredar mengenai penyebab kemacetan di Samarinda.

Ia menegaskan bahwa keresahan yang timbul di kalangan masyarakat dan kerugian yang diakibatkan oleh kemacetan ini harus segera diatasi.

“Permasalahan ini sudah cukup lama berlangsung dan memberikan dampak yang sangat besar terhadap kenyamanan dan produktivitas masyarakat. Kami berharap Pemkot dapat segera menindaklanjuti dengan membentuk tim investigasi independen agar masalah ini bisa diatasi secara transparan dan profesional,” tambahnya.

Dengan adanya tim investigasi yang melibatkan berbagai pihak, diharapkan permasalahan kemacetan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Samarinda dapat diselesaikan secara tuntas, dan memberikan solusi yang dapat meringankan beban warga kota. (ADV/DPRDSMD/AK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *